Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi, Komisi IV DPRD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

0
3

berantasonline.com (Sukabumi)

Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir memicu berbagai bencana di sejumlah wilayah. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan longsor dan banjir yang berdampak langsung pada aktivitas serta keselamatan warga.

Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi yang membidangi penanggulangan bencana. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil.

“Dengan cuaca ekstrem seperti sekarang, potensi bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Ferry, Rabu (21/01/2026).

Selain masyarakat, Ferry menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh perangkat pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai mitra kerja Komisi IV DPRD. Menurutnya, respons cepat menjadi kunci utama agar dampak bencana tidak semakin meluas.

Ia mengakui, penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi belum sepenuhnya ideal. Namun di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah dinilai tetap berupaya hadir dan bekerja maksimal mendampingi warga terdampak.

“Memang belum sempurna, tetapi pemerintah daerah sudah berusaha maksimal dengan anggaran yang terbatas. Yang terpenting, pemerintah tetap hadir bersama masyarakat dalam menghadapi situasi kebencanaan,” katanya.

Ferry menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam penanggulangan bencana, mulai dari penyediaan alat berat, logistik, hingga kesiapan personel di lapangan.

“Semua kembali ke anggaran. Kalau alat berat, logistik, dan personel tersedia dengan dukungan anggaran yang memadai, tentu penanganan bisa jauh lebih optimal,” jelasnya.

Terkait daerah rawan longsor dan banjir, Ferry menyoroti pentingnya penguatan sistem deteksi dini yang benar-benar berorientasi pada keselamatan warga.

“Deteksi dini harus dimaksimalkan dan mengarah pada titik-titik aman. Bukan sekadar zona penyangga, tapi benar-benar berbasis keselamatan,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai upaya mitigasi bencana, mitigasi risiko, dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

Di tengah kondisi kebencanaan, Ferry mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kolaborasi antara warga, pengusaha, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan DPRD berjalan cukup baik dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan warga terdampak bencana yang mengalami kekurangan logistik pangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan penanganan bencana yang dinilai lambat atau kurang maksimal, baik kepada aparat setempat, BPBD, maupun anggota DPRD.

Sebagai penutup, Ferry kembali mengingatkan warga yang tinggal di wilayah rawan bencana agar terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengancam Kabupaten Sukabumi.

“Bagi masyarakat di wilayah rawan, tetap waspada dan berhati-hati. Cuaca ekstrem ini masih menjadi kondisi kebencanaan yang harus kita hadapi bersama,” pungkasnya.

(Ris)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini