
berantasonline.com (Sukabumi)
Bupati Sukabumi, Asep Japar melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), bergerak cepat merespons bencana longsor yang melanda Daerah Irigasi (DI) Cipinang–Ciletuh di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Selasa (16/02/2026).
Peristiwa longsor tersebut menyebabkan saluran irigasi tertutup material tanah dan bebatuan, sehingga berdampak pada sekitar 400 hektare lahan pertanian yang bergantung pada suplai air dari jaringan tersebut. Akibatnya, aktivitas pertanian warga terancam terganggu.
Kepala Bidang PSDA DPU Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriyadi, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pendataan kerusakan. DPU juga berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta kelompok tani (Poktan) setempat guna menentukan langkah penanganan tercepat.
“Kami memahami bahwa saluran irigasi ini sangat vital bagi pertanian masyarakat. Dalam waktu dekat, kami akan mengirimkan alat berat untuk mengeruk material longsor dan memulihkan aliran air,” ujar Yadi.
Menurutnya, upaya awal difokuskan pada normalisasi saluran agar distribusi air dapat kembali berjalan, sehingga petani tidak mengalami gagal tanam atau penurunan produksi secara signifikan.
Pihak P3A dan Poktan berharap pengiriman alat berat dapat segera direalisasikan, mengingat musim tanam yang tengah berjalan membutuhkan suplai air yang stabil. Mereka menilai percepatan penanganan sangat menentukan keberlangsungan hasil panen.
Sementara itu, Bupati Asep Japar telah menginstruksikan Dinas PU untuk segera mengambil langkah konkret dalam pemulihan kerusakan infrastruktur akibat longsor. Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pembangunan permanen.
“Untuk pembangunan DI Cipinang–Ciletuh, kami akan mengajukan melalui program Inpres. Insya Allah diupayakan bisa terealisasi tahun 2026,” ungkapnya.
Dengan langkah tanggap tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap jaringan irigasi DI Cipinang–Ciletuh dapat segera pulih dan kembali menunjang produktivitas pertanian masyarakat di wilayah Waluran secara optimal.
(Alex)