Gedung Sekolah di Pabuaran Runtuh, Disdik Pastikan Segera Ditangani

0
2

berantasonline.com (Sukabumi)

Sebuah bangunan sekolah di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan ambruk pada Senin pagi (30/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di SMP Negeri 3 Pabuaran yang berlokasi di Desa Ciwalat.

Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kondisi bangunan yang sudah tua dan mengalami pelapukan pada sejumlah bagian struktur. Berdasarkan hasil asesmen awal dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, konstruksi bangunan dinilai tidak lagi layak dan tidak mampu menahan beban.

“Bangunan ambruk akibat kondisi struktur yang sudah tua dan rapuh, sehingga tidak kuat menopang beban,” ungkap P2BK Pabuaran, Yogi Regina.

Akibat kejadian tersebut, tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat difungsikan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka karena pada saat kejadian kondisi ruang kelas dalam keadaan kosong.

Pasca kejadian, tim gabungan dari P2BK Kecamatan Pabuaran bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Koordinasi lintas sektor pun segera dilakukan, melibatkan pemerintah desa, pihak kecamatan, Satpol PP, TNI dari Koramil, serta aparat kepolisian setempat guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Selain melakukan pendataan kerusakan, petugas juga berupaya mengantisipasi potensi bahaya lanjutan dengan mengamankan area sekitar bangunan yang ambruk. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya risiko bagi siswa maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu direncanakan akan dialihkan ke ruang kelas lain yang masih aman digunakan. Pihak sekolah bersama dinas terkait tengah mengkaji skema pembelajaran darurat agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan akan segera menindaklanjuti dengan langkah konkret.

“Kami sudah menerima informasi ini dan mudah-mudahan bisa segera diintervensi secepatnya,” ujarnya.

Deden juga menambahkan bahwa pihak dinas akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna menentukan langkah perbaikan, termasuk kemungkinan rehabilitasi atau pembangunan ulang ruang kelas yang terdampak.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama yang telah berusia lama, guna menjamin keselamatan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar di lingkungan pendidikan.

(Ris)