
berantasonline.com (Sukabumi)
Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Rika Yulistina, untuk menyoroti masih adanya ketimpangan akses dan infrastruktur pendidikan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.
Menurut Rika, daerah pelosok seperti Cisolok dan Simpenan masih menghadapi berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kondisi bangunan sekolah yang rusak hingga keterbatasan fasilitas belajar bagi siswa.
“Pendidikan tidak boleh menjadi sesuatu yang sulit dijangkau. Semua anak di Kabupaten Sukabumi harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya, Jumat (01/05/2026).
Ia menilai, pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan besar, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan keluarga kurang mampu. Selain infrastruktur sekolah, perhatian terhadap kesejahteraan dan pemerataan tenaga pendidik juga dinilai penting.
Rika mengatakan, keberadaan guru honorer yang bertugas di daerah pelosok perlu mendapatkan dukungan dan perhatian lebih agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan, pihaknya berkomitmen terus mengawal kebijakan pendidikan yang berpihak pada pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh masyarakat.
“Kami mendorong percepatan revitalisasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan agar siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
Pada peringatan Hardiknas tahun ini yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Rika juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat dan sektor swasta.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia dan mendorong kemajuan daerah,” pungkasnya.
(Alex)