Bogor, BERANTAS
Sebanyak enam orang mengaku dari Aparat dan Ormas diduga melakukan pungli terhadap pemilik warung rokok bernama Bahri di Kampung Kelapa RT 1 RW 19 Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Bahri mengatakan, mereka datang bergerombol sambil meminta uang Rp 3 juta rupiah dengan dalih “uang keamanan”, dan mengancam jika tidak dituruti akan mempermasalahkan peredaran salah satu merk rokok yang dijualnya.
“Kejadiannya hari Minggu (25/1) sekitar jam 2 siang, mereka datang ber-6 salah satunya perempuan, ngakunya dari aparat dan ormas, bicaranya ngalor ngidul, intinya mereka minta uang keamanan, karena saya ga salah apa apa, permintaannya saya tolak, apalagi uang 3 juta bukan sedikit”, ujar Bahri, Senin (26/1).
“Lah saya jualan rokok dan kelontong tidak melanggar kok mau diminta uang pengamanan dengan alasan kerjasama. Mereka semua langsung pergi setelah saya tolak”, tambahnya.
Bahri berharap kejadian serupa tidak terulang lagi karena sangat meresahkan para pedagang kecil, “Kalau mereka datang lagi, saya mau lapor Polisi saja”, tegasnya.
Menurut Bahri, dari informasi yang beredar, sebelum datang ke warungnya, gerombolan preman tersebut sempat mendatangi Warung Rokok milik Wanto didaerah Bekasi dan berhasil memeras uang Rp 1 juta.
(Yati M.)



