<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" 
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" 
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" 
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Internasional - berantasonline.com | Berantas Hoaks, Jernihkan Fakta !</title>
    <link>https://berantasonline.com/</link>
    <description>Berita terbaru kategori Internasional - </description>
    <language>id-ID</language>
    <lastBuildDate>Thu, 13 Aug 2026 23:08:17 +0700</lastBuildDate>
    <generator>Modib CMS 1.1.9 - https://modib.id</generator>
    <atom:link href="https://berantasonline.com/rss/category/internasional" rel="self" type="application/rss+xml" />

        <item>
      <title><![CDATA[Menag Nasaruddin Pimpin Doa Bagi Kemerdekaan Palestina di Perbatasan Yordania]]></title>
      <link>https://berantasonline.com/post/menag-nasaruddin-pimpin-doa-bagi-kemerdekaan-palestina-di-perbatasan-yordania</link>
      <pubDate>Sun, 20 Apr 2025 13:27:04 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Redaksi</dc:creator>
            <enclosure url="https://berantasonline.com/uploads/posts/wp_migrated_6a48aec8788aa.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Yordania – </p><p>Dalam suasana penuh haru dan solidaritas, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dan Menteri Pertanian Dr. H. Andi Amran Sulaiman, MP., menggelar doa bersama di perbatasan Yordania dan Palestina. </p>]]></content:encoded>
      <category>Internasional</category>
      <media:keywords><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto,Menag Nasaruddin Umar,Kemerdekaan Palestina,Mentan Amran Sulaiman]]></media:keywords>
    </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Kiev Tegaskan Tak Akan Minta Maaf atas Ketegangan Zelensky-Trump di Gedung Putih]]></title>
      <link>https://berantasonline.com/post/kiev-tegaskan-tak-akan-minta-maaf-atas-ketegangan-zelensky-trump-di-gedung-putih</link>
      <pubDate>Fri, 07 Mar 2025 18:51:08 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Redaksi</dc:creator>
            <enclosure url="https://berantasonline.com/uploads/posts/wp_migrated_6a48aed8ca793.jpeg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kiev, Berantas</strong> – Penasihat utama Presiden Ukraina, Mikhail Podoliak, menegaskan bahwa Kiev tidak akan meminta maaf atas ketegangan yang terjadi antara Presiden Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di Gedung Putih pekan lalu. Podoliak menilai sikap Zelensky sudah tepat, karena menegaskan bahwa tekanan maksimum terhadap Rusia adalah hal yang diperlukan.</p><p>Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Oval, Zelensky meragukan efektivitas diplomasi dengan Rusia dan memperingatkan Trump serta Wakil Presiden J.D. Vance bahwa konflik ini akan berdampak langsung pada AS. Trump menanggapi dengan keras, menuding Zelensky tidak menghormati bantuan AS, tidak berterima kasih, serta enggan mencari solusi damai. Ia bahkan menyebut sikap Ukraina sebagai “perjudian berbahaya yang bisa memicu Perang Dunia III.”</p><p>Meskipun demikian, setelah pertemuan yang memanas itu, Zelensky kembali mengungkapkan apresiasinya terhadap bantuan militer AS. Ia juga menyatakan bahwa Ukraina siap berunding, meskipun mengakui pertemuannya dengan Trump tidak berjalan sesuai harapan. “Sangat disayangkan ini terjadi,” ujar Zelensky, sambil menekankan pentingnya kelanjutan hubungan diplomatik dengan Washington.</p>]]></content:encoded>
      <category>Internasional</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Krisis Kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat Semakin Memburuk]]></title>
      <link>https://berantasonline.com/post/krisis-kemanusiaan-di-gaza-dan-tepi-barat-semakin-memburuk</link>
      <pubDate>Fri, 07 Mar 2025 18:46:29 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Redaksi</dc:creator>
            <enclosure url="https://berantasonline.com/uploads/posts/wp_migrated_6a48aed8d6935.webp" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gaza, Berantas –</strong> Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan. Barang-barang kebutuhan pokok yang sebelumnya masih tersedia kini sulit dijangkau atau hanya ditemukan dalam jumlah yang sangat terbatas. Kondisi ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kehancuran akibat konflik berkepanjangan, serta dampak dari dehidrasi paksa dan kelaparan yang telah melanda wilayah utara Jalur Gaza dalam beberapa bulan terakhir.</p><p>“Kami berada di jalur utama tempat banyak truk bantuan melintas dari perbatasan Karem Abu Salem sejak awal gencatan senjata. Dulu, truk-truk itu penuh dengan pasokan penting, tetapi kini kami hanya melihat truk-truk kosong terparkir di sekitar Kota Gaza dan dekat perbatasan selama enam hari terakhir,” ungkap seorang jurnalis Al Jazeera.</p><p>Kondisi ini tak hanya berdampak pada ketersediaan makanan, tetapi juga layanan kesehatan. Rumah sakit di Gaza berjuang keras untuk tetap beroperasi meskipun kekurangan pasokan medis yang sangat dibutuhkan.</p>]]></content:encoded>
      <category>Internasional</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Brigade Al-Qassam: Perlawanan Palestina Siap Hadapi Ancaman Israel]]></title>
      <link>https://berantasonline.com/post/brigade-al-qassam-perlawanan-palestina-siap-hadapi-ancaman-israel</link>
      <pubDate>Fri, 07 Mar 2025 18:43:19 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Redaksi</dc:creator>
            <enclosure url="https://berantasonline.com/uploads/posts/wp_migrated_6a48aed8e3215.webp" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gaza, Berantas –</strong> Brigade Al-Qassam menegaskan bahwa kelompok perlawanan Palestina memiliki kemampuan untuk melawan dan menyakiti Israel jika konfrontasi kembali terjadi. Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi, juru bicara Al-Qassam, Abu Ubaidah, menuduh Israel mencoba menghindari komitmen dalam perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati.</p><p>“Apa yang gagal dicapai Israel melalui perang, tidak akan mereka capai dengan ancaman dan tipu daya,” tegas Abu Ubaidah. Menurutnya, setiap ancaman dari Israel hanya mencerminkan kelemahan dan kebingungan mereka dalam menghadapi perlawanan Palestina.</p><p>Ia juga menekankan bahwa stabilitas di kawasan hanya bisa tercapai jika Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata yang telah ditandatangani. Namun, ia menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, lebih mengutamakan kepentingan politiknya daripada nasib para sandera Israel.</p>]]></content:encoded>
      <category>Internasional</category>
          </item>
    
  </channel>
</rss>
