berantasonline.com (Sukabumi)
Kondisi Jalan Kabupaten di Kecamatan Kadudampit, tepatnya ruas Kampung Cibodas–Tarikolot atau Yaspida–Cipetir, dilaporkan mengalami kerusakan berat. Aspal jalan terkelupas dan dipenuhi lubang besar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Kerusakan jalan tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah akun media sosial @Deasy Amalia viral. Dalam video tersebut ditampilkan kondisi jalan berlubang menyerupai kubangan air yang disebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Bahkan, ruas jalan tersebut diduga belum tersentuh perbaikan selama hampir satu dekade.
Pantauan dari unggahan video yang beredar pada Selasa (06/01/2026) memperlihatkan lubang-lubang dengan kedalaman cukup ekstrem di beberapa titik badan jalan. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan disarankan untuk menghindari jalur tersebut, khususnya bagi kendaraan rendah dan pengendara yang kurang berpengalaman.
Sejumlah warga diketahui melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan material seadanya. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif dan justru berpotensi menambah risiko kecelakaan karena permukaan jalan menjadi licin.
Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD PU Wilayah IV Sukabumi, Yayat Suryatman, menyampaikan bahwa ruas jalan Kopeng–Cipetir saat ini masih dalam pemantauan. Ia menyebutkan bahwa perbaikan telah diusulkan melalui program rekonstruksi jalan pada tahun 2026.
“Untuk ruas Kopeng–Cipetir di STA 3+000 sampai STA 800 telah diusulkan kegiatan rekonstruksi jalan tahun 2026,” ujarnya.
Yayat menambahkan, sebelumnya Dinas PU Kabupaten Sukabumi telah melakukan rekonstruksi jalan pada tahun 2025 di STA 3+800. Namun, keterbatasan anggaran membuat penanganan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
Kerusakan jalan ini dinilai menghambat aktivitas warga, mulai dari pelajar, pekerja, hingga pelaku usaha, yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut.
(Ris)



