
berantasonline.com (Sukabumi)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, bersama Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Yadi Supriyadi, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciparanje di Desa Buniwangi, Kecamatan Tegalbuleud, Kamis (05/02/2026).
Banjir tersebut mengakibatkan hektaran lahan persawahan milik warga terendam air. Luapan Sungai Ciparanje diduga menjadi penyebab utama genangan yang merugikan para petani setempat, terutama karena terjadi di tengah masa tanam.
Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) itu turut didampingi unsur Kecamatan Tegalbuleud, Babinsa, serta Kasi Trantib. Tim melakukan pengecekan langsung ke titik-titik luapan sungai dan area persawahan yang terdampak untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Uus Firdaus menjelaskan bahwa peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Sukabumi, Asep Japar, guna memperoleh data primer yang akurat terkait penyebab dan dampak banjir.
“Hari ini kami turun langsung ke lokasi atas arahan Pak Bupati untuk menginventarisasi dampak banjir akibat luapan Sungai Ciparanje serta mengumpulkan data dan informasi secara menyeluruh,” ujar Uus di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, pendataan tidak hanya difokuskan pada kerugian materiil warga, tetapi juga mencakup kajian teknis terkait kondisi alur sungai, kapasitas tampung, hingga kemungkinan adanya sedimentasi atau penyempitan badan sungai yang memicu luapan saat debit air meningkat.
Selain itu, DPU juga akan melakukan analisis kewenangan penanganan sungai tersebut, apakah berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal ini penting untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat, baik dalam bentuk normalisasi, perkuatan tanggul, maupun solusi teknis lainnya.
“Terlepas nantinya kewenangan ada di provinsi atau kabupaten, yang terpenting pemerintah harus hadir dan merespons cepat kejadian ini agar penanganannya tepat dan tidak berlarut,” tegasnya.
Uus menambahkan, hasil pendataan lapangan akan segera dilaporkan kepada pimpinan daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk meminimalisasi dampak banjir terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Dengan langkah cepat tersebut, diharapkan penanganan banjir Sungai Ciparanje dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, sehingga risiko kejadian serupa di masa mendatang dapat ditekan seminimal mungkin.
(Alex)