
berantasonline.com (Sukabumi)
Pemerintah terus mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. Di Kabupaten Sukabumi, program digitalisasi pembelajaran mulai diterapkan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan digitalisasi pendidikan merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang terintegrasi dengan kebijakan revitalisasi sekolah.
Menurutnya, implementasi digitalisasi saat ini sudah mulai berjalan, baik melalui penyaluran perangkat pendukung maupun penerapan metode pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.
“Tujuan utama program ini tentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, anak-anak juga perlu dikenalkan dengan teknologi sejak dini karena ke depan, khususnya menuju Indonesia 2045, hampir semua sektor akan berbasis digital,” ujar Deden, Senin (02/02/2026).
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah merambah ke berbagai bidang, termasuk ekonomi dan dunia kerja. Oleh karena itu, sektor pendidikan perlu beradaptasi agar peserta didik memiliki kesiapan menghadapi perubahan tersebut.
Program digitalisasi yang dijalankan, lanjutnya, tidak hanya sebatas penyediaan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut sistem dan metode pembelajaran yang memanfaatkan media digital.
Pengalaman pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19, kata Deden, menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran berbasis digital yang telah dilakukan sebelumnya.
“Anak-anak bukan hanya diperkenalkan pada perangkat teknologinya, tetapi juga pada proses belajar yang memanfaatkan sistem digital,” jelasnya.
Meski secara umum kesiapan sekolah di Kabupaten Sukabumi dinilai cukup baik, Deden mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama di wilayah terpencil yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan internet.
“Masih ada beberapa daerah yang mengalami keterbatasan jaringan. Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tetapi hal itu tetap memengaruhi pelaksanaan program digitalisasi,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Pendidikan mendorong berbagai solusi, seperti penguatan jaringan internet hingga pemanfaatan layanan internet berbasis satelit. Selain itu, perangkat pembelajaran digital yang disalurkan juga dirancang agar tetap dapat digunakan secara offline.
“Perangkat seperti televisi digital yang diberikan sudah dilengkapi dengan program pembelajaran di dalamnya, sehingga tidak selalu harus terhubung dengan internet,” kata Deden.
Selain penyediaan sarana dan prasarana, Dinas Pendidikan juga memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan metode pembelajaran berbasis teknologi.
Ia berharap, melalui program digitalisasi pendidikan ini, generasi muda di Kabupaten Sukabumi dapat lebih siap menghadapi perkembangan teknologi serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Saat ini, jumlah satuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi tercatat lebih dari 1.200 sekolah dasar, sekitar 380 sekolah menengah pertama, serta lebih dari 2.400 lembaga pendidikan anak usia dini seperti PAUD dan TK yang secara bertahap menjadi sasaran program digitalisasi pendidikan.
(Alex)