Bupati Sukabumi Dampingi Menteri Kependudukan Salurkan Program MBG 3B untuk Cegah Stunting

0
7

berantasonline.com (Sukabumi)

Bupati Sukabumi Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, dalam kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dirangkaikan dengan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/01/2026).

Dalam kesempatan itu, Menteri Wihaji mengungkapkan bahwa stunting masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor mendasar, seperti praktik pernikahan usia dini, kurang optimalnya pemenuhan gizi, serta keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

Menurutnya, pernikahan dini menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap tingginya risiko stunting di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi.

“Pernikahan usia dini memiliki dampak besar terhadap risiko stunting. Karena itu, pencegahannya harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyambut baik kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Kabupaten Sukabumi yang membawa program strategis untuk pencegahan stunting.

“Kehadiran Pak Menteri menjadi semangat baru bagi kami dalam memperkuat upaya penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Menurut Bupati, persoalan stunting dan pemenuhan gizi merupakan isu penting yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Program MBG 3B, yakni Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita, dinilai sebagai langkah konkret pemerintah pusat dalam memastikan kecukupan gizi sejak dini.

Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Dengan asupan gizi yang baik, anak-anak diharapkan dapat tumbuh optimal dan lebih fokus dalam belajar untuk meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Bupati juga menyoroti peran penting para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Para kader tidak hanya bertugas mendistribusikan bantuan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai gizi seimbang serta mendampingi keluarga penerima manfaat secara langsung.

“Para kader memastikan bantuan makanan benar-benar sampai kepada sasaran, yaitu ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan, serta memastikan makanan tersebut aman dan bergizi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan temu kader tersebut, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat di tingkat desa dan posyandu.

“Kami optimistis dengan kerja sama yang kuat, Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, dengan sinergi yang solid, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Kabandungan, diharapkan berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan juga melakukan kunjungan ke sejumlah keluarga rawan stunting (KRS) serta rumah tidak layak huni di Kampung Cikubang RT 21 RW 09 Desa Kabandungan, kemudian dilanjutkan ke Kampung Kaladi 1 RT 03 RW 05 Desa Tugu Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan program pendampingan berjalan dengan baik di lapangan.

(Ris)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini