Bupati Sukabumi Resmikan IGD Puskesmas dan Jembatan Gantung Leuwi Reuming di Kalibunder

0
8

berantasonline.com (Sukabumi)

Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan dua fasilitas pelayanan publik di Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Kedua fasilitas tersebut yakni Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) UPTD Puskesmas Kalibunder dan Jembatan Gantung Leuwi Reuming di Desa Sukaluyu, Senin (26/01/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat infrastruktur penghubung antarwilayah di daerah.

Jembatan Gantung Leuwi Reuming yang diresmikan memiliki panjang sekitar 70 meter. Pembangunannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi dan diselesaikan dalam waktu sekitar 120 hari.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Saya mengajak masyarakat dan seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama merawat dan memelihara fasilitas ini agar dapat digunakan dalam waktu yang lama dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujarnya.

Menurut Bupati, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu mobilitas warga. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer untuk menuju Desa Sirnamekar. Kini, perjalanan dapat ditempuh hanya sekitar lima menit.

“Selamat memanfaatkan akses baru ini. Mudah-mudahan jembatan ini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Kalibunder Sri Resmiati menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Leuwi Reuming sebelumnya pernah dibangun pada tahun 2020 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Namun jembatan tersebut putus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Desember 2024.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah membangun kembali jembatan tersebut setelah bencana.

“Forkopimcam bersama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran yang telah membangun kembali jembatan ini pascabencana,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat karena mampu memangkas waktu tempuh sekaligus mempermudah akses ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial warga.

Apresiasi serupa juga disampaikan tokoh masyarakat setempat, Latif Soleh. Ia menyebut pembangunan kembali jembatan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Dulu dari Desa Sirnamekar ke Desa Sukaluyu harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer. Sekarang hanya sekitar lima menit,” ungkapnya.

Latif menambahkan, kemudahan akses tersebut juga berdampak positif terhadap sektor pertanian. Distribusi hasil panen yang sebelumnya terkendala kini kembali lancar sehingga harga jual produk pertanian warga menjadi lebih baik.

“Alhamdulillah, setelah jembatan ini dibangun kembali, para petani bisa menjual hasil pertanian dengan harga yang lebih layak,” pungkasnya.

(Ris)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini