
berantasonline.com (Sukabumi)
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar meresmikan instalasi reaktor biogas dan fasilitas Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/02/2026).
Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Yayasan Rumah Energi melalui Program Pro Women 3 yang telah dijalankan selama kurang lebih satu tahun di wilayah Pelabuhanratu dan sekitarnya.
Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi, Sumanda Tondang mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat kemandirian energi di tingkat masyarakat.
Menurutnya, peresmian ini tidak hanya menandai hadirnya infrastruktur baru, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan.
“Hari ini bukan sekadar peresmian fisik solar dryer dan biogas, tetapi juga menjadi simbol komitmen menuju transisi energi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan siapa pun, termasuk perempuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Yayasan Rumah Energi telah beroperasi di Indonesia selama 13 tahun dan menjalankan program di 20 provinsi. Selama periode tersebut, sekitar 30 ribu reaktor biogas rumah tangga telah berhasil diimplementasikan.
Khusus untuk instalasi di Kecamatan Simpenan, teknologi yang digunakan menjadi yang pertama di Indonesia karena mengintegrasikan reaktor biogas dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Limbah dari dapur MBG yang mencapai sekitar 80 kilogram setiap hari diolah menjadi biogas yang mampu menghasilkan energi memasak hingga lima jam per hari,” jelasnya.
Selain instalasi biogas, turut diresmikan pula Solar Dryer House yang berfungsi membantu proses pengeringan hasil panen petani secara lebih efektif. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani, khususnya petani bawang di wilayah Desa Loji.
Dengan memanfaatkan energi matahari, rumah pengering tersebut memungkinkan proses pengeringan hasil panen tetap berjalan tanpa bergantung pada kondisi cuaca, sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai jual produk pertanian.
Program pembangunan teknologi tersebut mendapat dukungan dari PT Insight Investment Management yang memberikan pembiayaan penuh.
Sementara itu, Bupati mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam mendorong inovasi di sektor energi dan pertanian.
Menurutnya, pemanfaatan limbah dapur menjadi sumber energi dan pupuk cair turunan biogas merupakan langkah strategis yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Program ini sangat mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan Kabupaten Sukabumi yang belum lama ini mendapat apresiasi dari Presiden terkait capaian swasembada pangan harus terus diperkuat melalui berbagai inovasi, termasuk pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi terbarukan.
“Limbah dari dapur MBG ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis pupuk cair hasil turunan biogas dari Yayasan Rumah Energi kepada Bupati Sukabumi. Selain itu, petani dari Desa Loji turut menyerahkan hasil panen bawang sebagai simbol sinergi antara pemanfaatan energi terbarukan dan penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.
(Ris)