Program Keluarga SIGAP di Sukabumi Resmi Ditutup, Sekda Apresiasi Kontribusi dalam Penurunan Stunting

0
5

berantasonline.com (Sukabumi)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman secara resmi menutup Program Keluarga Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan (SIGAP). Penutupan program tersebut ditandai dengan prosesi serah terima program Keluarga SIGAP di Sukabumi, Selasa (24/02/2026).

Dalam kesempatan itu, Sekda menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang telah berjalan selama satu tahun di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan edukasi kesehatan keluarga serta mendukung upaya penurunan angka stunting.

Ia menjelaskan bahwa Program Keluarga SIGAP memiliki tiga fokus utama, yakni peningkatan cakupan imunisasi lengkap pada anak, pembiasaan perilaku cuci tangan pakai sabun, serta pemenuhan gizi yang tepat bagi anak.

“Program Keluarga SIGAP ini sangat baik karena berfokus pada imunisasi lengkap, cuci tangan pakai sabun, dan pemenuhan gizi yang tepat. Ketiganya sangat berkaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sukabumi,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menuturkan bahwa program yang telah berjalan dengan baik tersebut rencananya akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah. Upaya itu akan dilakukan dengan memanfaatkan kader-kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan selama program berlangsung.

“Dinas Kesehatan dapat melanjutkan program ini, apalagi sudah ada kader yang dilatih di beberapa kecamatan. Mereka dapat menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masyukur Alawi menyampaikan bahwa program tersebut menunjukkan sejumlah capaian positif di lapangan. Diantaranya peningkatan cakupan imunisasi anak, meningkatnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta penurunan kasus stunting melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.

“Ada progres yang terlihat dari program ini, mulai dari peningkatan imunisasi, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, hingga penurunan stunting karena pemenuhan makanan bergizi. Program ini akan kami adopsi dan direplikasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Project Manager Program Keluarga SIGAP, Fransisca menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader dalam berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada para orang tua bayi.

Menurutnya, kader dilatih agar mampu menyampaikan informasi secara efektif mengenai pentingnya imunisasi, kebiasaan hidup bersih, serta pemenuhan nutrisi sesuai usia anak.

“Program ini didesain agar para kader dapat berkomunikasi dengan baik kepada orang tua mengenai imunisasi, cuci tangan pakai sabun, dan nutrisi sehat sesuai usia anak, dengan menggunakan berbagai media edukasi yang interaktif,” ujarnya.

Fransisca berharap para kader yang telah dilatih tetap melanjutkan upaya edukasi kepada masyarakat, meskipun program Keluarga SIGAP secara resmi telah berakhir di Kabupaten Sukabumi.

“Kami berharap kader yang telah dilatih dapat terus melanjutkan edukasi kepada para orang tua agar semakin banyak keluarga mendapatkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan anak,” pungkasnya.

(Alex)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini