Dampak Situasi Global Pengaruhi Infrastruktur, DPU Sukabumi Minta Masyarakat Bersabar

0
11

berantasonline.com (Sukabumi)

Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persoalan perizinan pertambangan hingga dampak situasi global yang memengaruhi harga material konstruksi. Meski demikian, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi memastikan proses pembangunan tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Kepala DPU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan baku material alam terjadi akibat pengaruh kondisi global, termasuk meningkatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada harga material seperti pasir, batu boulder, aspal, hotmix, hingga beton yang digunakan dalam pekerjaan infrastruktur jalan.

“Kenaikan harga material menyebabkan adanya penyesuaian kembali dalam penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), sehingga berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan proyek,” ujarnya, Rabu (13/05/2026).

Selain faktor harga material, proses perizinan pertambangan juga menjadi salah satu kendala yang turut memengaruhi kelancaran pekerjaan konstruksi di lapangan.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Uus menegaskan DPU Kabupaten Sukabumi tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan sesuai skema dan jadwal yang telah disusun.

“Pembangunan jalan tetap berjalan meskipun kondisi anggaran pemerintah daerah saat ini juga terdampak efisiensi. Kami terus berupaya agar seluruh program pembangunan dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah paket pekerjaan infrastruktur juga telah ditayangkan melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan proses lelang akan dilakukan secara bertahap.

DPU Kabupaten Sukabumi, lanjut Uus, akan terus memantau perkembangan harga material guna mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur.

Selain membahas pembangunan jalan, Uus juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Salah satunya dengan meningkatkan kepedulian terhadap saluran drainase agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir hingga merusak badan jalan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran para pengguna kendaraan bertonase besar agar tidak melintas melebihi kapasitas jalan kabupaten.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga infrastruktur jalan agar tetap awet dan tidak cepat rusak,” pungkasnya.

(Ris)