Jalan Pabuaran–Karangtengah Rusak Parah, Warga Soroti Dampak Aktivitas Truk Material Tol Bocimi

0
8

berantasonline.com (Sukabumi)

Kondisi ruas Jalan Pabuaran–Karangtengah di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan. Jalan berstatus milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi tersebut mengalami kerusakan cukup berat yang diduga akibat tingginya intensitas kendaraan berat pengangkut material proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Selain dipenuhi lubang dan lapisan tanah merah, ruas jalan tersebut juga menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Saat turun hujan, permukaan jalan berubah licin sehingga kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga pada Senin (15/6/2026), terlihat beberapa pengendara roda dua terjatuh saat melintasi jalur tersebut. Kondisi jalan yang berlumpur dan licin diduga menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut.

Salah seorang warga, Asep Bitung (40), mengaku hampir setiap hari menyaksikan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut. Bengkel miliknya yang berada tepat di tepi jalan membuat dirinya sering menjadi saksi langsung berbagai peristiwa yang menimpa pengguna jalan.

“Warga tidak menuntut yang macam-macam. Kami hanya ingin jalan ini aman dilalui, terutama oleh pengendara motor. Truk-truk proyek keluar masuk membawa material dan tanah, sehingga jalan menjadi kotor dan sangat licin saat hujan. Kecelakaan di sini sudah sering terjadi dan jumlahnya sudah tidak terhitung lagi,” ungkap Asep.

Menurutnya, masyarakat telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengelola proyek Tol Bocimi. Namun hingga saat ini, belum terlihat langkah nyata yang mampu mengurangi risiko kecelakaan maupun memperbaiki kondisi jalan yang terdampak aktivitas kendaraan proyek.

Warga juga menilai komunikasi yang dilakukan pihak proyek belum memberikan solusi yang jelas. Setiap kali menyampaikan aspirasi, masyarakat hanya diarahkan kepada bagian hubungan masyarakat (Humas) tanpa adanya tindak lanjut yang konkret.

“Biasanya yang datang hanya dari bagian humas. Jawabannya selalu sama, katanya akan disampaikan ke atasan. Sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai penanganan jalan maupun upaya pencegahan kecelakaan,” kata Asep.

Di sisi lain, persoalan kompensasi yang disebut-sebut berasal dari kontribusi kendaraan pengangkut material proyek juga mulai menjadi sorotan warga. Dana yang kabarnya dihitung berdasarkan jumlah kendaraan yang melintas dan disalurkan melalui organisasi kepemudaan setempat dinilai belum dikelola secara transparan.

“Informasinya memang ada kompensasi dari kendaraan proyek yang masuk. Namun mekanisme pengelolaan dan pembagiannya belum diketahui secara jelas oleh masyarakat. Kami berharap semuanya bisa lebih terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi jalan masih dipenuhi lumpur dan material tanah yang terbawa kendaraan proyek. Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah darurat, seperti pembersihan jalan secara rutin, penyiraman, maupun pengerasan sementara pada titik-titik rawan kecelakaan.

Masyarakat menilai keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas, mengingat ruas Jalan Pabuaran–Karangtengah merupakan jalur yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas, baik menuju tempat kerja, sekolah, maupun pusat perekonomian di wilayah Kecamatan Karangtengah.

(Alex)