DPRD Sukabumi Soroti Pemadaman Listrik Saat OSN, Minta Ada Evaluasi Menyeluruh

0
13

berantasonline.com (Sukabumi)

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa Nadya Putrinda Paramitha, siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, yang tidak dapat menyelesaikan Olimpiade Sains Nasional (OSN) akibat pemadaman listrik saat ujian berlangsung.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video Nadya menangis usai ujian viral di media sosial. Siswi kelas V itu diketahui telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk mengikuti kompetisi akademik tingkat nasional tersebut.

Ferry menilai kejadian itu menjadi pukulan bagi peserta didik yang telah berjuang dan menaruh harapan besar untuk meraih prestasi. Menurutnya, semangat dan kerja keras siswa seharusnya mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak, termasuk penyedia layanan publik.

“Kami sangat prihatin. Seorang anak yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh harus menghadapi situasi di luar kendalinya saat mengikuti kompetisi penting,” ujar Ferry, Kamis (11/06/2026).

Meski demikian, DPRD masih menunggu penjelasan resmi terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi saat pelaksanaan OSN. Ferry menegaskan, pihaknya akan meminta keterangan dari pihak terkait guna mengetahui secara jelas kronologi dan penyebab gangguan tersebut.

Menurutnya, peristiwa ini perlu menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama saat pelaksanaan kegiatan pendidikan berbasis digital yang sangat bergantung pada pasokan listrik dan jaringan internet.

Ferry juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, mengingat masyarakat selama ini telah memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan listrik.

“Harapannya tentu pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan sehingga kegiatan penting seperti ujian atau kompetisi pendidikan tidak terganggu oleh persoalan teknis,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan bersama-sama mencari solusi terbaik bagi peserta yang terdampak agar kesempatan mereka untuk berprestasi tidak hilang begitu saja.

“Kami ingin anak-anak yang memiliki potensi dan semangat belajar tetap mendapatkan kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuannya,” pungkas Ferry.

(Alex)