Disdik Sukabumi Ajukan OSN Ulang bagi 79 Peserta Terdampak Mati Lampu

0
10

berantasonline.com (Sukabumi)

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) agar pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD bagi peserta yang terdampak pemadaman listrik dapat diulang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan usulan tersebut diajukan setelah sejumlah peserta mengalami kendala saat mengikuti OSN akibat gangguan listrik yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Dinas Pendidikan sudah mengajukan permohonan kepada Puspresnas agar peserta yang terdampak pemadaman listrik dapat diberikan kesempatan mengikuti kembali pelaksanaan OSN,” ujar Deden, Jumat (12/06/2026).

Dari total 3.009 peserta OSN tingkat SD di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 79 peserta dilaporkan terdampak pemadaman listrik. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Cireunghas, Nyalindung, Sukaraja, Sukalarang, Gegerbitung, Kebonpedes, dan Cisolok.

Menurut Deden, berdasarkan informasi dari PLN, gangguan listrik terjadi karena adanya kegiatan pemeliharaan dan penyetabilan jaringan listrik di wilayah tersebut. Kondisi itu menyebabkan sebagian peserta tidak dapat menyelesaikan ujian secara optimal, terutama pada sesi akhir pelaksanaan OSN.

“Siswa sangat berharap ada kesempatan untuk mengikuti ujian ulang karena gangguan terjadi menjelang berakhirnya waktu pengerjaan,” katanya.

Saat ini, Dinas Pendidikan masih menunggu keputusan dari Kemendikdasmen terkait usulan tersebut. Namun demikian, pihaknya telah menyampaikan data peserta yang terdampak sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan ujian susulan atau pengulangan.

Selain itu, Disdik Kabupaten Sukabumi juga mendorong sekolah-sekolah memiliki sumber energi cadangan untuk mengantisipasi gangguan listrik saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran maupun ujian berbasis digital.

Sebelumnya, gangguan listrik saat pelaksanaan OSN menjadi perhatian publik setelah video seorang siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, yang menangis karena tidak dapat menyelesaikan ujian, viral di media sosial.

(Alex)