KCD Wilayah V Sosialisasikan SPMB 2026 di Sukabumi, Sekolah Maung Jadi Sorotan

0
9

berantasonline.com (Sukabumi)

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat mulai memasuki tahap sosialisasi. Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Kota Sukabumi, Senin (18/05/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah, operator, pengawas, serta perwakilan satuan pendidikan dari Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait aturan, jadwal, hingga kebijakan baru dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah V menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 dirancang dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan berintegritas.

Salah satu pembaruan yang menjadi perhatian dalam SPMB 2026 adalah hadirnya program Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung. Program ini disiapkan sebagai sekolah unggulan berbasis prestasi akademik maupun nonakademik.

Di wilayah Sukabumi, tiga sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung yakni SMAN 2 Kota Sukabumi, SMAN 1 Palabuhanratu, dan SMKN 1 Cibadak.

Ketua Panitia SPMB 2026, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa proses penerimaan Sekolah Maung berbeda dengan sekolah reguler karena hanya menggunakan jalur prestasi.

“SPMB Sekolah Maung dilaksanakan lebih awal, yakni 25 sampai 29 Mei 2026, dan tidak menggunakan jalur domisili,” ujarnya.

Sementara itu, SPMB reguler tetap menggunakan tiga jalur utama, yaitu jalur prestasi, domisili, dan perpindahan tugas orang tua. Tahap pertama pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei hingga 8 Juni 2026, sedangkan tahap kedua pada 30 Juni sampai 6 Juli 2026.

SPMB 2026 juga memperkenalkan sistem baru bernama Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Sistem tersebut digunakan untuk memetakan persebaran calon peserta didik sekaligus menyesuaikan daya tampung sekolah agar proses penerimaan berjalan lebih efektif.

Program Sekolah Maung sendiri menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing melalui sistem pendidikan berbasis prestasi dan pengembangan potensi siswa.

(Alex)