Kekurangan Personel dan Armada, Damkar Sukabumi Minta Dukungan Anggaran Prioritas

0
12

berantasonline.com (Sukabumi)

Keterbatasan personel, armada, hingga alat pelindung diri (APD) masih menjadi tantangan utama bagi jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi dalam menjalankan tugas di lapangan.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara jajaran DPKP dengan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, di Pendopo Sukabumi, Rabu (08/04/2026). Pertemuan ini membahas evaluasi kondisi riil di lapangan sekaligus pemaparan rencana program kerja tahun anggaran 2026.

Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, menyampaikan bahwa petugas pemadam kebakaran tetap menjalankan tugas secara maksimal meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Menurutnya, sejumlah armada yang digunakan saat ini sudah mulai sering mengalami gangguan teknis. Selain itu, masih banyak petugas yang bertugas tanpa dukungan APD yang memadai.

“Kami juga belum memiliki alat pengisi SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) sendiri, serta masih kekurangan peralatan penyelamatan standar untuk menangani laporan masyarakat seperti evakuasi ular maupun sarang tawon,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Erwin, menjelaskan bahwa ketersediaan posko pemadam kebakaran saat ini masih jauh dari ideal.

“Di Kabupaten Sukabumi baru tersedia 12 posko, padahal dengan luas wilayah dan jumlah 47 kecamatan, idealnya ada 25 posko. Saat ini bahkan satu posko seperti di Pelabuhan Ratu harus melayani hingga lima kecamatan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dari sisi sumber daya manusia, DPKP masih kekurangan sekitar 66 personel untuk memenuhi standar pelayanan minimal.

Menanggapi hal tersebut, Wabup memberikan instruksi kepada perangkat daerah terkait, khususnya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Bappelitbangda, agar memprioritaskan anggaran untuk pelayanan dasar kemanusiaan pada perubahan anggaran mendatang.

“Ini menyangkut penyelamatan nyawa manusia, baik masyarakat maupun petugas. Keselamatan anggota di lapangan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya identitas dan penampilan petugas di lapangan, termasuk penggunaan seragam yang layak sebagai representasi pemerintah.

“Marwah pemerintah juga tercermin dari performa petugas di lapangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, DPKP juga memaparkan sejumlah inovasi layanan digital yang telah dikembangkan, di antaranya “Damkar Cermat” sebagai sistem pengaduan masyarakat secara real-time, serta “Fire Visit” yang merupakan layanan edukasi pemadaman kebakaran bagi sekolah dan instansi.

(Ris)