Tiga Ruang Kelas SDN Kaum Warungkiara Rusak, Disdik Sukabumi Siapkan Penanganan Prioritas

0
13

berantasonline.com (Sukabumi)

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menindaklanjuti kondisi kerusakan bangunan di SDN Kaum, Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara. Tim dari Dinas Pendidikan diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengidentifikasi tingkat kerusakan ruang kelas yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deni mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan terdapat tiga ruang kelas dengan tingkat kerusakan berbeda dan seluruhnya membutuhkan penanganan.

“Dari hasil monitoring, ada tiga ruang kelas yang kondisinya rusak dengan kategori berbeda. Namun semuanya memang perlu segera mendapatkan intervensi,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).

Ia menjelaskan, dua ruang kelas masuk kategori rusak berat dan sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Sementara satu ruang lainnya mengalami kerusakan sedang.

“Dua ruang rusak berat dan satu rusak sedang. Total ada tiga ruang yang harus segera direhabilitasi,” jelasnya.

Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan. Selain atap yang mulai bocor, beberapa bagian bangunan juga mengalami pelapukan sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan aktivitas siswa dan guru di lingkungan sekolah.

Dinas Pendidikan memastikan penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan dua ruang kelas yang rusak berat. Selain itu, pihaknya juga mendorong pembangunan fasilitas penunjang lain seperti toilet siswa dan guru.

“Prioritas utama tentu dua ruang kelas rusak berat terlebih dahulu, kemudian ruang rusak sedang. Kami juga mengusulkan pembangunan toilet agar fasilitas sekolah lebih memadai,” kata Deni.

Meski demikian, proses rehabilitasi terkendala keterbatasan anggaran sekolah. Dengan jumlah siswa sekitar 57 orang, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima dinilai belum mampu menutupi kebutuhan pemeliharaan bangunan secara maksimal.

“Dana pemeliharaan memang ada, tetapi sangat terbatas karena jumlah siswa sedikit. Jadi belum cukup untuk menangani kerusakan besar,” ungkapnya.

Selain faktor anggaran, Deni juga menilai perlunya peningkatan kepedulian bersama terhadap perawatan fasilitas sekolah agar kerusakan tidak semakin meluas.

Ia mengimbau seluruh pihak, termasuk warga sekolah dan masyarakat sekitar, untuk bersama-sama menjaga bangunan yang masih layak digunakan sambil menunggu realisasi bantuan rehabilitasi.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Dinas Pendidikan meminta ruang kelas yang mengalami kerusakan berat segera ditutup dan tidak digunakan sementara waktu.

“Ruang yang rusak berat harus dikosongkan dan ditutup agar siswa tidak masuk ke area berbahaya. Kami khawatir ada material bangunan yang jatuh,” tegasnya.

Pihak Disdik berharap usulan rehabilitasi SDN Kaum dapat segera terealisasi sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

(Ris)