
berantasonline.com (Sukabumi)
Sebanyak 40 kepala sekolah tingkat SMP mengikuti kegiatan In House Training (IHT) bertema peningkatan kompetensi kepala sekolah yang diselenggarakan Rayon Sukaraja di SMP Plus Al Hikmah, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan sekolah masing-masing.
Ketua Rayon Sukaraja, Achmad Komar mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan profesionalisme para kepala sekolah, khususnya di wilayah Sukaraja.
“Melalui kegiatan ini kami berharap kompetensi dan kualitas kepemimpinan kepala sekolah semakin meningkat sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Obing Hobir hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu melakukan perubahan dan transformasi pendidikan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya bertugas mengelola administrasi, tetapi juga harus mampu membangun budaya belajar yang berpihak kepada peserta didik.
“Kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat membawa perubahan positif serta meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,” jelasnya.
Obing menambahkan, seorang kepala sekolah dituntut memiliki berbagai kompetensi penting, mulai dari kemampuan manajerial, kompetensi sosial, kepribadian, hingga profesionalisme dalam mengelola satuan pendidikan.
Ia menjelaskan, kompetensi kepribadian tercermin melalui integritas dan keteladanan, sementara kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh warga sekolah dan masyarakat.
“Selain itu, kompetensi profesional juga penting agar kepala sekolah mampu menjalankan pengelolaan pendidikan secara efektif, inovatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik,” katanya.
Selama pelaksanaan IHT, para peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif mengenai strategi pengelolaan sekolah dan penguatan kualitas pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya para kepala sekolah dalam berbagi pengalaman dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di sekolah masing-masing.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kepala sekolah yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
(Alex)