Miris, Siswa SDN 2 Cibenda Ciemas Belajar di Lantai Meski Gedung Baru Direhabilitasi

0
7

berantasonline.com (Sukabumi)

Kondisi memprihatinkan masih dialami puluhan siswa di SDN 2 Cibenda. Meski bangunan sekolah telah selesai direhabilitasi sejak 2024, para siswa kelas III hingga kini terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi.

Akibat belum tersedianya fasilitas belajar tersebut, sebanyak 26 siswa harus belajar dengan duduk di lantai setiap hari. Situasi ini terjadi di ruang kelas hasil rehabilitasi yang sebenarnya sudah selesai dikerjakan sejak September 2024.

Diketahui, proyek rehabilitasi dua ruang kelas di sekolah tersebut mulai dilaksanakan pada 29 Juli 2024 dengan nilai anggaran mencapai Rp253 juta lebih. Namun hingga April 2026, ruang kelas yang telah selesai dibangun belum dilengkapi sarana furnitur dasar untuk kegiatan belajar siswa.

Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan dari warga dan orang tua murid. Mereka menilai fasilitas meja dan kursi seharusnya menjadi bagian penting yang tidak boleh terabaikan setelah proyek pembangunan rampung.

“Kasihan anak-anak harus belajar di lantai setiap hari. Gedungnya memang sudah bagus, tetapi fasilitas dasarnya belum tersedia sampai sekarang,” ujar salah seorang warga, Jumat (17/04/2026).

Kepala SDN 2 Cibenda, Iit Tarwati membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan keterbatasan sarana belajar sangat mempengaruhi kenyamanan siswa saat mengikuti pelajaran di kelas.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan laporan ke Dinas Pendidikan terkait kebutuhan meja dan kursi ini, namun sampai saat ini belum ada realisasi,” ungkapnya.

Menurut Iit, pihak sekolah tetap berupaya menjalankan proses belajar mengajar semaksimal mungkin meski dalam kondisi terbatas. Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian agar fasilitas belajar siswa dapat terpenuhi.

“Meja dan kursi bukan hanya pelengkap, tetapi kebutuhan dasar untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak,” katanya.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat solusi agar siswa di wilayah pelosok dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak dan nyaman sebagaimana sekolah lainnya.

(Ris)