
berantasonline.com (Sukabumi)
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi mencatat tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Dari total 383 sekolah yang terdata, sebanyak 382 sekolah mengikuti pelaksanaan asesmen atau mencapai 99,74 persen.
Sementara dari 27.593 siswa yang tercatat sebagai peserta, sebanyak 26.371 siswa mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran mencapai 95,57 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena menyampaikan capaian tersebut saat melakukan monitoring pelaksanaan TKA di SMPN 2 Gegerbitung.
Menurutnya, tingginya partisipasi sekolah dan siswa menunjukkan adanya sinergi yang baik antara pihak sekolah, tenaga pendidik, serta peserta didik dalam mendukung pelaksanaan asesmen nasional tersebut.
“TKA ini bukan ujian kelulusan, melainkan alat pemetaan mutu pendidikan dan salah satu pertimbangan untuk jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Deden menjelaskan, pelaksanaan TKA mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Dalam sistem tersebut, siswa dituntut mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menerapkan konsep pembelajaran secara lebih mendalam.
“Hasil TKA nantinya menjadi pelengkap dan validator nilai rapor siswa sehingga penilaian kompetensi menjadi lebih objektif dan terstandar,” jelasnya.
Meski pelaksanaan secara umum berjalan lancar, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi masih menemukan sejumlah kendala teknis di lapangan, terutama terkait jaringan internet di beberapa wilayah.
Kepala Seksi Kesiswaan Disdik Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusuma mengatakan, gangguan koneksi internet masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan ujian berbasis digital, khususnya di daerah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan.
“Memang ada beberapa kendala terkait kestabilan internet. Ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan TKA berikutnya,” katanya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Disdik Kabupaten Sukabumi berencana melakukan pendataan sekolah-sekolah yang berada di wilayah blank spot serta menjalin koordinasi dengan penyedia layanan jaringan untuk memperkuat akses internet di daerah terpencil.
Dengan capaian partisipasi yang tinggi tersebut, Disdik berharap hasil TKA dapat menjadi gambaran menyeluruh mengenai kualitas pendidikan di Kabupaten Sukabumi sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan mutu pembelajaran di masa mendatang.
(Ris)