Komisi IV DPRD Sukabumi Dukung Revitalisasi Museum Bojongkokosan Jadi Pusat Edukasi Sejarah

0
28

berantasonline.com (Sukabumi)

Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungan terhadap rencana revitalisasi kawasan Museum Palagan Bojongkokosan di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. Pengembangan kawasan tersebut dinilai penting untuk memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, mengatakan Museum Palagan Bojongkokosan memiliki nilai historis tinggi sebagai salah satu saksi perjuangan kemerdekaan di Sukabumi yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Nilai sejarah perjuangan di Bojongkokosan harus tetap hidup dan menjadi bagian dari pembelajaran bagi generasi penerus maupun masyarakat luas,” ujarnya kepada awak media di kawasan museum, Rabu (06/05/2026).

Menurut Ferry, pembahasan revitalisasi kawasan saat ini masih berada pada tahap awal. Gagasan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari usulan yang sebelumnya disampaikan oleh Hera Iskandar terkait pengembangan kawasan sejarah berbasis edukasi dan wisata.

Ia menilai pengembangan Museum Palagan Bojongkokosan memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau dikelola dengan baik, kawasan ini bukan hanya menjadi pusat sejarah, tetapi juga bisa memberikan dampak positif bagi sektor wisata dan ekonomi lokal,” katanya.

Ferry menyambut baik konsep revitalisasi yang mengarah pada pengembangan kawasan sejarah berbasis digital dan kebudayaan. Konsep tersebut dinilai mampu mengintegrasikan unsur pendidikan, wisata, dan pelestarian budaya dalam satu kawasan terpadu.

Menurutnya, konsep pengembangan akan terus dikaji dan dimatangkan agar mampu menghadirkan Museum Palagan Bojongkokosan sebagai laboratorium edukasi sejarah yang modern dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Konsep ini akan terus dibahas agar benar-benar bisa diwujudkan dan memberikan manfaat jangka panjang,” ucapnya.

Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi juga mendorong pemerintah daerah untuk merealisasikan rencana revitalisasi tersebut dengan membuka peluang kerja sama bersama pihak swasta apabila dibutuhkan.

“Kalau kemampuan anggaran daerah terbatas, tentu kerja sama dengan pihak swasta bisa menjadi alternatif percepatan pembangunan,” jelasnya.

Selain penguatan sektor sejarah dan wisata, pengembangan kawasan juga direncanakan melibatkan pelaku UMKM lokal serta komunitas masyarakat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar.

Ferry menambahkan, keterlibatan komunitas dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya dan sejarah dalam pengembangan kawasan Bojongkokosan.

“Komunitas harus ikut dilibatkan agar pembangunan kawasan ini benar-benar tumbuh dari unsur sejarah, budaya, dan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Dalam pembahasan awal revitalisasi tersebut, sejumlah perangkat daerah turut dilibatkan, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta unsur pemerintah daerah lainnya.

Ke depan, Komisi IV DPRD berharap revitalisasi Museum Palagan Bojongkokosan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak luas bagi peningkatan edukasi sejarah, pengembangan pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

(Ris)