Hera Iskandar Dorong Integrasi Wisata, Sejarah, dan Budaya di Museum Palagan Bojongkokosan

0
27

berantasonline.com (Sukabumi)

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, mendorong revitalisasi kawasan Museum Palagan Bojongkokosan di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, sebagai upaya memperkuat nilai sejarah sekaligus mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Sukabumi.

Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan lintas sektor yang digelar di kawasan museum pada Rabu (06/05/2026). Kegiatan itu melibatkan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora), Dinas Pendidikan, serta unsur Sekretariat Daerah Bidang Kerja Sama.

Menurut Hera, Museum Palagan Bojongkokosan memiliki nilai historis penting sebagai bagian dari perjuangan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan secara optimal.

“Ini bukan sekadar aset biasa, tetapi bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang ada di Kabupaten Sukabumi. Karena itu tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomi semata,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menjelaskan, revitalisasi kawasan Bojongkokosan dirancang tidak hanya untuk memperkuat fungsi museum, tetapi juga mengintegrasikan unsur edukasi, budaya, dan pariwisata dalam satu kawasan.

Dalam konsep awal yang dibahas, sejumlah pengembangan direncanakan seperti optimalisasi museum sejarah, pembangunan amphitheater untuk pemutaran film perjuangan, hingga penyediaan ruang pertunjukan seni budaya khas Sukabumi.

Selain itu, kawasan tersebut juga dirancang menjadi pusat informasi wisata yang dapat membantu wisatawan memperoleh informasi destinasi lain di Sukabumi, mulai dari jarak tempuh hingga estimasi biaya perjalanan.

“Harapannya wisatawan yang datang ke Bojongkokosan juga bisa mendapatkan informasi destinasi wisata lain di Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.

Hera menilai konsep tersebut berpotensi menghadirkan destinasi baru yang memadukan sejarah, pendidikan, budaya, dan wisata dalam satu kawasan terpadu.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan pelaku UMKM lokal agar revitalisasi kawasan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kalau kunjungan meningkat, tentu pelaku UMKM lokal juga bisa ikut berkembang,” ungkapnya.

Dalam bidang pendidikan, Hera menyebut kawasan Museum Palagan Bojongkokosan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah dan penguatan nilai kebangsaan bagi generasi muda.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital saat ini, pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat melalui pendekatan yang lebih modern dan menarik.

“Anak-anak sekarang tidak hanya harus pintar, tetapi juga mampu memahami nilai kebangsaan, moral, dan sejarah perjuangan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep revitalisasi tetap mempertahankan nilai historis kawasan dengan dukungan teknologi digital, seperti penyajian film perjuangan dan konten edukasi interaktif.

Terkait realisasi program, Hera mengatakan pembahasan saat ini masih berada pada tahap awal dan belum masuk dalam pembahasan anggaran di DPRD Kabupaten Sukabumi.

Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah segera melakukan kajian teknis dan membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta agar rencana revitalisasi dapat segera diwujudkan.

“Targetnya Bojongkokosan menjadi destinasi sejarah, budaya, dan wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. Harapannya gagasan ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi mulai diwujudkan secara bertahap,” pungkasnya.

(Ris)