Jalan Penghubung di Desa Ciengang Rusak Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

0
7

berantasonline.com (Sukabumi)

Akses jalan utama yang menghubungkan Dusun Suradita dan Balekambang menuju kawasan Puncak Peuyeum, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan berat dan belum mendapatkan penanganan maksimal. Kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan genangan air kini dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Jalur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu dilaporkan telah rusak selama bertahun-tahun. Warga menyebut kerusakan semakin parah saat musim hujan karena badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Selain menghambat mobilitas masyarakat, kondisi jalan juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan kesehatan warga setempat.

Seorang sukarelawan mahasiswa, Anggi, mengatakan kondisi jalan saat ini sudah tidak layak dilintasi karena lapisan aspal dan bebatuan hampir seluruhnya hilang akibat kerusakan yang terus terjadi.

“Kalau hujan, jalan berubah jadi lumpur tebal dan sangat berbahaya. Kendaraan sering kesulitan melintas,” ujarnya, Senin (18/05/2026).

Menurutnya, persoalan infrastruktur di wilayah tersebut sebelumnya sempat disampaikan dalam audiensi bersama pemerintah daerah. Saat itu, perbaikan jalan dan relokasi warga terdampak retakan tanah disebut masuk dalam prioritas penanganan.

Namun hingga kini, warga mengaku belum merasakan adanya realisasi pembangunan yang signifikan di wilayah tersebut.

Anggi menambahkan, buruknya kondisi jalan membuat masyarakat kesulitan saat menghadapi kondisi darurat, terutama ketika harus membawa warga sakit menuju fasilitas kesehatan. Akses kendaraan roda empat disebut sangat terbatas akibat kerusakan jalan yang cukup parah.

Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Saefulloh (35). Ia menilai kondisi infrastruktur di wilayahnya masih jauh tertinggal dibanding daerah lain di Kabupaten Sukabumi.

“Kalau malam lebih sulit lagi karena tidak ada penerangan jalan. Anak-anak sekolah juga setiap hari harus melewati jalan rusak seperti ini,” katanya.

Selain perbaikan jalan, warga juga berharap adanya pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar aktivitas masyarakat pada malam hari lebih aman dan nyaman.

Hingga saat ini, masyarakat Desa Ciengang masih menunggu tindak lanjut dan realisasi pemerintah daerah terkait perbaikan infrastruktur jalan serta kepastian rencana relokasi bagi warga terdampak retakan tanah.

(Ris)