SITARO, berantasonline.com-

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan dalam Rangka Peningkatan Kehumasan sebagai Strategi Pencegahan Dini Potensi Pelanggaran Pemilu/Pemilihan, Kamis (4/9/2025) di Little Café Boulevard Tatahadeng,Siau Timur.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sitaro, Henrolds Tatengkeng. Dalam sambutan nya beliau menegaskan pentingnya peran komunikasi publik dalam mengawal proses demokrasi. “Kehumasan bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap integritas pemilu,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Badan Kesbangpol Sitaro, Gandawari Mulalinda, yang memaparkan bagaimana kehumasan dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah potensi pelanggaran. “Isu integritas pemilu sangat sensitif. Karena itu, penguatan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan strategi komunikasi yang terbuka,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Irene R.H.T. Tangkawarow, ST., MISD., seorang akademisi, sebagai narasumber juga memberikan pandangan terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam pencegahan pelanggaran. Menurutnya, kehadiran teknologi berbasis TI dapat membantu Bawaslu melakukan pemetaan potensi pelanggaran secara lebih cepat dan akurat.

“Bawaslu kini ditantang untuk adaptif, termasuk menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Regulasi, penganggaran, hingga sumber daya manusia perlu dipersiapkan agar teknologi benar-benar mendukung kerja pengawasan,”ungkapnya .

Pentingnya mitigasi terhadap maraknya hoaks menjelang pemilu, dengan sentiment analysis. Bawaslu dapat membaca dinamika opini publik secara lebih detail, sehingga strategi pencegahan bisa diarahkan lebih tepat sasaran,”jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan insan pers, unsur KPU, serta jajaran Bawaslu sendiri, adalah sinergi lintas pihak dianggap sebagai langkah krusial dalam memperkuat pengawasan partisipatif, sekaligus menumbuhkan literasi politik masyarakat.

Ketua Bawaslu Henrolds Tatengkeng menambahkan, media memiliki peran sentral sebagai corong informasi yang kredibel. “Pers adalah mitra strategis Bawaslu dalam menyuarakan edukasi politik, sekaligus menjadi bagian dari sistem kehumasan kita,” tegasnya.