berantasonline.com (Bandung)

Sebanyak 45 siswa terbaik Jawa Barat siap membawa nama Provinsi ke ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional Tahun 2025 yang akan digelar pada 27 Juli hingga 1 Agustus mendatang di Jakarta dan Depok. Mereka adalah para juara 1 dari seluruh mata lomba pada LKS SMK tingkat provinsi yang berlangsung secara daring pada 11–12 Juni 2025.

Jajah Nurdiansyah Tampung Aspirasi Ekonomi Desa dalam Reses di Warungkiara

Penganugerahan juara dan apresiasi diselenggarakan di SMKN 2 Bandung, Jum’at (20/06/2025), yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto.

Dalam sambutannya, Purwanto menegaskan bahwa LKS bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga ruang untuk mengasah keterampilan dan daya saing siswa SMK. “Melalui LKS, siswa dapat mengukur kemampuan dan level kompetensinya. Saya berharap semua peserta memiliki tekad untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.

Kadisdik juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Meski dalam keterbatasan, pelaksanaan LKS tetap berjalan baik. Saya bangga melihat antusias siswa dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat,” tambahnya.

sukabumi-akan-digelar-aspirasi-warga-jadi-dasar-kebijakan-daerah" class="baca-juga-card">
Biro Smi Daerah

147 Titik Reses DPRD Sukabumi Akan Digelar, Aspirasi Warga Jadi Dasar Kebijakan Daerah

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jabar, Edy Purwanto, menjelaskan bahwa penilaian lomba dilakukan oleh tim juri dari dunia industri dan akademisi, dengan fokus pada keterampilan praktik, efisiensi waktu, dan akurasi hasil kerja. Setiap bidang lomba dipandu oleh koordinator teknis dari MGMP dan guru produktif.

“Sebanyak 217 peserta dan pembimbing dari 27 kabupaten/kota hadir, bersama 71 kepala SMK. Ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam pendidikan vokasi di Jawa Barat,” terang Edy.

Ia menambahkan bahwa Disdik Jabar tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga akan membekali para juara agar siap berlaga di tingkat nasional. “Lulusan SMK adalah generasi pencipta solusi, bukan semata pencari kerja. Kami akan terus memberikan ruang untuk mereka menunjukkan kapasitas terbaiknya,” tegasnya.