berantasonline.com (Sukabumi)

Menyikapi dinamika kebutuhan infrastruktur yang semakin mendesak dan banyaknya sorotan publik di berbagai platform media sosial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, menegaskan bahwa pendekatan penanganan infrastruktur ke depan akan difokuskan pada skema “long segment” atau penanganan berkesinambungan dalam cakupan lebih luas. Hal ini disampaikannya seusai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Bupati Sukabumi, Asep Japar, di Pendopo Sukabumi, Jalan Sudirman, Kota Sukabumi, Selasa (27/05/2025).

Jajah Nurdiansyah Tampung Aspirasi Ekonomi Desa dalam Reses di Warungkiara

Menurut Dede, penanganan jalan dan sarana infrastruktur lainnya tidak bisa dilakukan secara parsial lagi. Penanganan menyeluruh dengan pendekatan long segment diyakini mampu memberikan manfaat yang lebih besar dan langsung dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah.

“Dalam rapat tadi kami menyampaikan kepada Bupati bahwa penanganan infrastruktur ke depan harus menyasar ruas-ruas panjang, tidak bisa hanya titik-titik kecil. Pendekatan ini lebih efektif agar hasil pembangunan tidak terkesan tambal sulam,” ujarnya.

Rakor tersebut secara khusus membahas berbagai isu strategis terkait jalan kabupaten, jaringan irigasi, hingga jalan lingkungan. Menurut Dede, sejumlah ruas seperti Jalan Pangleseran–Cibatu, Pakuon–Cipetey, dan akses menuju kawasan Geopark Ciletuh menjadi fokus perhatian masyarakat dan sempat viral di media sosial karena kondisi yang memprihatinkan.

“Kami tanggap terhadap masukan publik. Sejumlah ruas itu sudah masuk dalam daftar prioritas kami. Bahkan beberapa di antaranya sudah dilakukan penanganan awal,” kata Dede.

Menanggapi harapan Bupati Sukabumi untuk percepatan pelaksanaan kegiatan tahun ini, Dede memastikan bahwa Dinas PU telah memulai beberapa kegiatan di lapangan sejak awal tahun, terutama yang bersifat strategis dan mendukung konektivitas antarwilayah.

“Secara bertahap kita sudah mulai. Dalam waktu dekat, proses penayangan paket kegiatan di UKPPJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa) juga akan dipercepat. Harapannya, pada bulan Juni sudah ada kegiatan besar yang mulai dikerjakan,” jelasnya.