berantasonline.com (Sukabumi)

memfokuskan program infrastruktur pendidikan tahun 2026 pada penguatan basis data dan pemetaan kebutuhan sarana prasarana sekolah. Langkah tersebut menjadi fondasi pelaksanaan program rehabilitasi (Revit) yang digadang sebagai unggulan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

Jajah Nurdiansyah Tampung Aspirasi Ekonomi Desa dalam Reses di Warungkiara

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci agar intervensi anggaran tepat sasaran.

“Yang paling utama adalah penyiapan data. Program Revit kami susun berdasarkan ranking kebutuhan, jadi penanganannya berurutan sesuai tingkat prioritas,” ujarnya, Selasa (20/01/2026).

Menurut Deden, ruang kelas menjadi fokus utama rehabilitasi. Disdik ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang terpaksa belajar di luar ruangan akibat kerusakan bangunan. Faktor keselamatan dan kenyamanan belajar disebut sebagai pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas.

Meski demikian, pelaksanaan program tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi disebut tetap mengalokasikan intervensi melalui APBD, walaupun secara umum terjadi penyesuaian atau penurunan anggaran.

“Intervensi tetap ada, tetapi memang anggarannya tidak sebesar sebelumnya,” jelasnya.

Dalam pemetaan yang telah dilakukan, sekolah dikategorikan ke dalam tiga tingkat kerusakan: ringan, sedang, dan berat. Seluruh data tersebut terintegrasi dalam sistem program Revit sehingga arah kebijakan dapat ditentukan berdasarkan urgensi.