Jakarta, BERANTAS –

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dan memperingati Nuzulul Qur’an, Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menginisiasi Program Indonesia Khataman Al-Qur’an. Program ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, serta mendoakan bangsa agar diberkahi dengan kedamaian dan kemakmuran.

Melalui gerakan ini, 350.000 kali khataman Al-Qur’an ditargetkan terlaksana dalam satu hari, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, mengajak seluruh pegawai Kementerian Agama baik di tingkat pusat, wilayah, kabupaten/kota, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Selain itu, ia juga menghimbau seluruh kementerian/lembaga dari tingkat pusat hingga desa untuk ikut serta dalam gerakan nasional ini.

“Indonesia Khataman Al-Qur’an adalah doa untuk bangsa, dari kita untuk negara dan saudara sebangsa serta setanah air,” ujar Menteri Agama.

Program ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih mendalami, mencintai, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Mas’ud Halimin, M.Ag menegaskan bahwa Indonesia Khataman Al-Qur’an akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain: Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an; Badan Kemakmuran Masjid (BKM)/Masjid; Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) & Swasta; Kantor Urusan Agama (KUA); Majelis Taklim & Komunitas Pengajian; Pesantren & Madrasah; Masyarakat umum.

Dengan melibatkan berbagai elemen, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi dan refleksi spiritual bagi umat Islam di seluruh Indonesia.

Mekanisme Pelaksanaan Indonesia Khataman Al-Qur’an