
berantasonline.com (Sukabumi)
Kondisi ruas Jalan Pabuaran–Karangtengah di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan. Jalan berstatus milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi tersebut mengalami kerusakan cukup berat yang diduga akibat tingginya intensitas kendaraan berat pengangkut material proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).
Selain dipenuhi lubang dan lapisan tanah merah, ruas jalan tersebut juga menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Saat turun hujan, permukaan jalan berubah licin sehingga kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga pada Senin (15/6/2026), terlihat beberapa pengendara roda dua terjatuh saat melintasi jalur tersebut. Kondisi jalan yang berlumpur dan licin diduga menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut.
Salah seorang warga, Asep Bitung (40), mengaku hampir setiap hari menyaksikan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut. Bengkel miliknya yang berada tepat di tepi jalan membuat dirinya sering menjadi saksi langsung berbagai peristiwa yang menimpa pengguna jalan.
“Warga tidak menuntut yang macam-macam. Kami hanya ingin jalan ini aman dilalui, terutama oleh pengendara motor. Truk-truk proyek keluar masuk membawa material dan tanah, sehingga jalan menjadi kotor dan sangat licin saat hujan. Kecelakaan di sini sudah sering terjadi dan jumlahnya sudah tidak terhitung lagi,” ungkap Asep.
Menurutnya, masyarakat telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengelola proyek Tol Bocimi. Namun hingga saat ini, belum terlihat langkah nyata yang mampu mengurangi risiko kecelakaan maupun memperbaiki kondisi jalan yang terdampak aktivitas kendaraan proyek.
Warga juga menilai komunikasi yang dilakukan pihak proyek belum memberikan solusi yang jelas. Setiap kali menyampaikan aspirasi, masyarakat hanya diarahkan kepada bagian hubungan masyarakat (Humas) tanpa adanya tindak lanjut yang konkret.