berantasonline.com (Sukabumi)

Keterbatasan personel, armada, hingga alat pelindung diri (APD) masih menjadi tantangan utama bagi jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi dalam menjalankan tugas di lapangan.

Jajah Nurdiansyah Tampung Aspirasi Ekonomi Desa dalam Reses di Warungkiara

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara jajaran DPKP dengan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, di Pendopo Sukabumi, Rabu (08/04/2026). Pertemuan ini membahas evaluasi kondisi riil di lapangan sekaligus pemaparan rencana program kerja tahun anggaran 2026.

Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, menyampaikan bahwa petugas pemadam kebakaran tetap menjalankan tugas secara maksimal meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Menurutnya, sejumlah armada yang digunakan saat ini sudah mulai sering mengalami gangguan teknis. Selain itu, masih banyak petugas yang bertugas tanpa dukungan APD yang memadai.

“Kami juga belum memiliki alat pengisi SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) sendiri, serta masih kekurangan peralatan penyelamatan standar untuk menangani laporan masyarakat seperti evakuasi ular maupun sarang tawon,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Erwin, menjelaskan bahwa ketersediaan posko pemadam kebakaran saat ini masih jauh dari ideal.

“Di Kabupaten Sukabumi baru tersedia 12 posko, padahal dengan luas wilayah dan jumlah 47 kecamatan, idealnya ada 25 posko. Saat ini bahkan satu posko seperti di Pelabuhan Ratu harus melayani hingga lima kecamatan,” jelasnya.