berantasonline.com (Sukabumi)

Di tengah semangat tahun ajaran baru 2025/2026, sejumlah siswa di SDN Simpang, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, justru harus menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih belajar di ruang kelas, mereka terpaksa berdesakan dan lesehan di ruang kantor sekolah yang dialihfungsikan menjadi kelas darurat.

Jajah Nurdiansyah Tampung Aspirasi Ekonomi Desa dalam Reses di Warungkiara

Kondisi tersebut terjadi karena dua ruang kelas di sekolah ini rusak parah sejak lebih dari lima tahun lalu dan hingga kini belum pernah diperbaiki maupun dibangun kembali.

“Tahun ini ada 42 siswa baru yang terdaftar, kemungkinan masih akan bertambah. Tapi karena ruang kelas rusak, sebagian terpaksa kami tampung di ruang kantor,” ujar Kepala SDN Simpang, Mahmud Yunus, Senin (13/07/2025).

Mahmud menuturkan, sekolah sangat membutuhkan tambahan dua ruang kelas baru agar seluruh siswa bisa belajar dengan layak. Saat ini, bukan hanya murid baru, bahkan siswa kelas 2 pun harus bergabung belajar di ruang kantor sekolah tanpa meja dan kursi, hanya beralaskan tikar.

“Kondisinya jelas tidak ideal. Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki ruang kelas agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” tegasnya.

Mahmud mengungkapkan, kerusakan dua ruang kelas itu sudah terjadi jauh sebelum dirinya menjabat kepala sekolah. “Saya baru dua tahun di sini, sejak awal bangunannya memang sudah terbengkalai,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua Komite SDN Simpang, Enci, yang menyebut antusiasme masyarakat menyekolahkan anak di sekolah tersebut terus meningkat, namun tidak diimbangi dengan sarana yang memadai.