berantasonline.com (Sukabumi)

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang strategis pembangunan berkelanjutan yang telah mendapat pengakuan dunia.

Jajah Nurdiansyah Tampung Aspirasi Ekonomi Desa dalam Reses di Warungkiara

Hal tersebut disampaikan saat pengukuhan pengurus Badan Pengelola Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (BP-CPUGGp) di Aula Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/04/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, serta berbagai unsur terkait.

Dalam arahannya, Asep Japar meminta jajaran pengurus baru untuk menjadikan geopark sebagai sistem yang hidup dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun kualitas hidup.

“Geopark ini harus menjadi sesuatu yang benar-benar bekerja dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan hanya menjadi simbol,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pengurus yang baru memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga sekaligus mengembangkan kawasan geopark agar semakin maju dan berdaya saing.

“Bekerjalah cepat, adaptif, dan inovatif. CPUGGp harus terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.