Jakarta, BERANTAS —

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai moderasi beragama sejak usia dini dalam membentuk karakter generasi masa depan. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) yang berlangsung pada 21–23 Maret 2025 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Sanlat ini diselenggarakan oleh The Nusa Institut bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar Office, dan Istiqlal Global Fund.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pendidikan nilai moderasi harus dimulai sejak anak-anak. Menurutnya, ajaran Islam yang rahmatan lil alamin menekankan keseimbangan, keadilan, dan toleransi, nilai-nilai yang harus ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijak dalam menyikapi perbedaan.

“Nilai-nilai moderat harus diajarkan sejak kecil. Jika anak-anak kita sudah terbiasa dengan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan, maka bangsa ini akan kuat menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya di hadapan peserta Sanlat.