
berantasonline.com (Sukabumi)
Di balik video viral yang memperlihatkan dirinya menangis usai pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), tersimpan semangat besar dari seorang siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Nadya Putrinda Paramitha ternyata memiliki cita-cita menjadi diplomat dan menjadikan OSN sebagai salah satu langkah untuk mengukir prestasi.
Nadya mengaku mengikuti ajang OSN bukan semata-mata untuk meraih kemenangan, melainkan sebagai bentuk usaha membanggakan kedua orang tuanya, sekolah, dan para guru yang selama ini membimbingnya.
“Saya ingin membanggakan orang tua dan sekolah. Karena itu saya berusaha sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk OSN,” ujarnya, Rabu (10/06/2026).
Perjalanan menuju OSN tidak dilalui secara instan. Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan bahwa para peserta telah menjalani pembinaan dan latihan secara intensif sejak awal tahun. Selama kurang lebih enam bulan, mereka dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional tersebut.
Namun perjuangan panjang itu menghadapi kendala saat pelaksanaan OSN mata pelajaran IPS pada sesi terakhir. Gangguan teknis sempat terjadi sebelum akhirnya listrik padam dan mengganggu jalannya ujian berbasis daring.
Menurut Isop, beberapa peserta sempat mengalami layar yang membeku dan keluar dari sistem sebelum aliran listrik benar-benar terputus.
Saat kejadian berlangsung, Nadya masih fokus mengerjakan soal. Awalnya ia mengira pemadaman hanya berlangsung singkat. Namun rasa cemas mulai muncul ketika mengetahui waktu ujian terus berjalan dan tersisa sekitar 15 menit menjelang berakhirnya sesi.