Sekretariat DPRD Sukabumi Gelar Majelis Taklim Aparatur, Perkuat Integritas dan Nilai Spiritual Pegawai

0
30

berantasonline.com (Sukabumi)

Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi kembali menggelar kegiatan Majelis Taklim Aparatur sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual pegawai di lingkungan Setwan, Kamis (07/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Musala Al-Badr Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi itu diikuti para kepala bagian dan staf aparatur dengan suasana penuh khidmat dan kekeluargaan.

Dalam agenda pembinaan rohani tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH. Iwan Setiawan dengan tema “Muhasabah dan Muraqabah”.

Tema tersebut dinilai relevan bagi aparatur pemerintahan dalam membangun karakter dan etika kerja di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Dalam penyampaiannya, KH. Iwan menjelaskan bahwa Muhasabah atau introspeksi diri menjadi langkah penting bagi setiap individu untuk mengevaluasi sikap, perilaku, serta tanggung jawab dalam kehidupan maupun pekerjaan sehari-hari.

“Melalui muhasabah, kita belajar melihat kekurangan diri dan berusaha memperbaikinya agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya Muraqabah, yakni kesadaran bahwa setiap perbuatan selalu berada dalam pengawasan Allah SWT. Nilai tersebut dinilai mampu membentuk pribadi aparatur yang jujur, disiplin, dan amanah dalam menjalankan tugas.

“Muraqabah mengingatkan kita agar menjaga amanah, tanggung jawab, dan kejujuran dalam bekerja karena semua akan dipertanggungjawabkan,” katanya.

Kegiatan Majelis Taklim Aparatur ini menjadi salah satu upaya Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi dalam membangun keseimbangan antara profesionalitas kerja dan penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan pemerintahan.

Selain sebagai sarana peningkatan keimanan dan pembinaan akhlak, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan silaturahmi antarpegawai sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan saling mendukung.

Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi berharap pembinaan rohani yang dilaksanakan secara rutin dapat membentuk budaya kerja yang lebih berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan penguatan nilai religius di lingkungan kerja, aparatur diharapkan mampu menjalankan tugas pemerintahan secara profesional sekaligus menjaga moralitas dan etika dalam memberikan pelayanan publik.

(Alex)