
berantasonline.com (Sukabumi)
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 2 Gegerbitung mengalami kendala serius akibat buruknya jaringan internet pada hari kedua pelaksanaan ujian, Selasa (14/04/2026).
Permasalahan tersebut terungkap saat pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melakukan monitoring langsung ke sekolah. Gangguan sinyal dinilai menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis digital di sekolah yang berada di wilayah terpencil tersebut.
Kepala SMPN 2 Gegerbitung, Raden Herawati mengatakan, keterbatasan akses internet di daerahnya sudah lama menjadi persoalan, terutama karena lokasi sekolah cukup jauh dari pusat perkotaan.
“Wilayah sekolah kami memang cukup sulit mendapatkan sinyal internet yang stabil. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan ujian berbasis online,” ujarnya.
Menurut Herawati, gangguan jaringan mulai terasa sejak hari pertama ujian, khususnya pada sesi ketiga. Koneksi internet yang sering terputus membuat proses pengerjaan soal menjadi tersendat dan memerlukan waktu lebih lama.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah terpaksa menggunakan ponsel pribadi milik guru sebagai sumber jaringan internet darurat. Ponsel kemudian ditempatkan di area tertentu yang dianggap memiliki sinyal lebih baik sebelum disambungkan ke perangkat siswa melalui tethering.
“Handphone guru digunakan untuk membantu jaringan internet. Bahkan harus ditempatkan dekat jendela agar sinyal sedikit lebih kuat,” jelasnya.
Meski langkah darurat itu cukup membantu, kondisi jaringan yang tidak stabil tetap menyebabkan pelaksanaan ujian berjalan lambat. Kadang sinyal muncul, namun beberapa saat kemudian kembali hilang sehingga siswa harus menunggu proses koneksi kembali normal.
Sebanyak 73 siswa tercatat mengikuti TKA di sekolah tersebut. Pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur jaringan internet di wilayah terpencil agar kegiatan pembelajaran dan ujian digital dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Marsono menyebut SMPN 2 Gegerbitung menjadi sekolah dengan kendala jaringan paling berat dibandingkan sekolah lain yang berada dalam pengawasannya.
“Dari beberapa sekolah yang dipantau, gangguan sinyal di SMPN 2 Gegerbitung memang paling parah. Ini cukup menghambat pelaksanaan ujian dan proses monitoring secara online,” ungkapnya.
Ia menilai persoalan jaringan internet masih menjadi tantangan besar dalam penerapan sistem ujian digital, khususnya di daerah pelosok yang belum memiliki infrastruktur telekomunikasi memadai.
(Ris)