Jajah Nurdiansyah Tampung Aspirasi Ekonomi Desa dalam Reses di Warungkiara

0
27

berantasonline.com (Sukabumi)

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Junajah Jajah Nurdiansyah, menyampaikan antusiasmenya dalam pelaksanaan Reses Ke-2 Tahun Sidang 2026 yang berlangsung pada 3 hingga 5 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa momentum reses selalu dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya di daerah pemilihannya, Dapil 1.

Jajah melaksanakan kegiatan reses di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah serap aspirasi, tetapi juga berkembang menjadi forum diskusi terkait penguatan ekonomi desa serta ketahanan sosial masyarakat, Rabu (3/6/2026).

Dalam pertemuan bersama warga, sejumlah persoalan dan kebutuhan prioritas mencuat, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat desa. Warga menilai perlunya dukungan lebih optimal dari pemerintah terhadap sektor usaha kecil, pertanian, serta pengembangan ekonomi berbasis kelompok masyarakat.

Beberapa usulan yang disampaikan masyarakat antara lain penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM dan usaha mikro desa, dukungan sarana produksi untuk kelompok tani, pengembangan potensi ekonomi lokal, penguatan ketahanan ekonomi keluarga pascabencana, hingga peningkatan akses terhadap bantuan usaha yang berkelanjutan.

“Aspirasi masyarakat Warungkiara menunjukkan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, tetapi juga menjadi gambaran nyata kondisi ekonomi dan sosial warga di tingkat bawah,” ungkapnya.

Selain aspek ekonomi, masyarakat juga menyoroti isu ketahanan sosial, terutama terkait pemerataan layanan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang terdampak bencana di sejumlah wilayah.

Menurut Jajah, berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan sosial masyarakat desa masih sangat bergantung pada kebijakan pembangunan yang responsif dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Ini menjadi pengingat bahwa kebijakan pembangunan harus benar-benar adaptif terhadap kondisi masyarakat, bukan hanya berbasis administrasi perencanaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan diperjuangkan di DPRD Kabupaten Sukabumi, terutama dalam mendorong kebijakan ekonomi daerah yang lebih berpihak pada penguatan desa dan masyarakat kecil.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa reses merupakan instrumen penting dalam memastikan arah pembangunan daerah tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dari hasil penjaringan aspirasi, muncul sejumlah isu strategis yang dinilai penting untuk menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya transformasi ekonomi desa berbasis UMKM dan sektor pertanian, penguatan ketahanan ekonomi keluarga di tengah tekanan inflasi dan dampak bencana, keterbatasan akses pembiayaan usaha kecil, kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta perlunya penguatan peran pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

Isu-isu tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa serta memperkuat struktur ekonomi berbasis lokal di Kabupaten Sukabumi.

(Alex)