JAMBI, BERANTAS

Pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Talang Gulo, Kota Jambi, mengalami gangguan serius.

Ekspedisi truk-truk yang hendak melintas terpaksa menunggu antrian dua hingga tiga hari pengisian, karena didominasi armada truk milik pengusaha lokal.


Berdasarkan informasi dan temuan di lapangan, dua kelompok pengusaha armada yang kerap melakukan pengisian di lokasi tersebut, yaitu terdapat Sihite dan Manullang. Sihite memiliki sekitar 10 unit truk, sedangkan Manullang memiliki sekitar 15 unit truk. Kedua pengusaha ini diketahui bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi SPBU. 

Berdasarkan dugaan sementara, kedua pengusaha tersebut diduga memiliki kerja sama khusus dengan pihak pengelola SPBU, dengan sistem pembayaran yang dilakukan secara transfer. 

Kendati memiliki puluhan unit armada, saat ini hanya terdapat dua sopir yang bertugas, yaitu Regar dan Marga Siringo. Keduanya bekerja secara bergantian untuk mengisi bahan bakar seluruh armada milik kedua pengusaha tersebut.

Kondisi ini membuat akses pengisian BBM ke kendaraan lain menjadi sangat terbatas, menghambat pendistribusian barang dan menimbulkan kerugian operasional.

Terkait maraknya antrean yang terjadi di berbagai SPBU di Jambi, Pengurus DPW LSM Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) Provinsi Jambi, P. Manalu, menyampaikannya saat dikonfirmasi.