Bogor, BERANTAS –
Bagi sebagian orang, pengumuman hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) hanyalah daftar nama siswa yang diterima. Namun bagi sejumlah orang tua di Kota Bogor, hasil seleksi tahun ini meninggalkan tanda tanya yang hingga kini belum terjawab.
Harapan yang dibangun sejak anak-anak mereka berlatih futsal, mengikuti berbagai kejuaraan, hingga berhasil meraih gelar Juara 1 Piala Ketua AFKOT Bogor 2025, seketika berubah menjadi kekecewaan.
Bukan semata karena tidak lolos seleksi di SMP Negeri 4 Kota Bogor, melainkan karena mereka mengaku tidak pernah mengetahui hasil penilaian tes praktik yang menjadi salah satu syarat utama jalur prestasi.
Tiga orang tua siswa asal SDN Gunung Batu 1 kini meminta satu hal yang mereka nilai sebagai hak setiap peserta, yakni keterbukaan. "Kami hanya ingin tahu nilai anak kami. Kalau memang kalah, kami siap menerima. Tapi jangan biarkan kami bertanya-tanya tanpa pernah mengetahui hasil tes praktiknya," ujar Ismi Erina, Selasa (7/7/2026). Putranya, Alfin Rasyid, mendaftar melalui jalur prestasi futsal dengan membawa sertifikat Juara 1 Piala Ketua AFKOT Bogor 2025.
Alfin memperoleh skor administrasi 42 dengan jarak rumah sekitar 1.529,30 meter dari sekolah.
Menurut Ismi, putranya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk tes shooting yang menjadi bagian dari praktik kemampuan bermain futsal.
Namun saat hasil diumumkan, tidak ada informasi mengenai nilai praktik yang diperoleh peserta. Padahal, berdasarkan informasi yang diterima para orang tua, komposisi penilaian jalur prestasi terdiri atas 50 persen nilai sertifikat prestasi, 40 persen tes praktik, dan 10 persen Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Kalau memang tes praktik bobotnya sampai 40 persen, kenapa nilainya tidak dibuka? Bukankah itu bagian penting dari proses seleksi?" kata Ismi.