Bogor, BERANTAS –
Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Bogor memberikan kado istimewa bagi delapan warganya.
Sebanyak delapan rumah tidak layak huni berhasil direnovasi dan diserahkan secara simbolis kepada para penerima manfaat pada Senin (17/8/2026).
Acara penyerahan yang berlangsung khidmat di Lapangan Mako Polres Bogor pada pukul 07.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.Â
Ia didampingi oleh Wakapolres Bogor Kompol Nur Istiono, Kabag Ops Polres Bogor Kompol Wily Yulistiyo, serta jajaran pejabat utama Polres Bogor lainnya.
Program renovasi rumah tidak layak huni ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Bogor terhadap kesejahteraan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.
Kapolres Bogor menekankan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya sekadar upacara dan kegiatan seremonial. "Kemerdekaan harus kita maknai dengan semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Wikha.
Ia menambahkan, rumah merupakan kebutuhan dasar yang krusial bagi setiap keluarga. Renovasi rumah tidak layak huni ini diharapkan dapat memberikan rasa aman serta meningkatkan kualitas kehidupan para penerima manfaat.
"Kami berharap rumah yang telah direnovasi ini dapat memberikan kenyamanan bagi para penerima manfaat dan keluarganya. Semoga bantuan ini menjadi berkah serta menumbuhkan semangat untuk terus menjaga dan merawat lingkungan maupun rumah yang telah diperbaiki," tuturnya.
Delapan warga yang menerima manfaat program ini tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. Mereka adalah Suryaningsih (56) dari Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup; Mala (61) dari Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri; Akub bin Maun (66) dari Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi; Masitoh (61) dari Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal; Rumi (68) dari Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang; Nur Yadin (36) dari Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg; Nyai Juminah (61) dari Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin; dan Ikah (64) dari Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung.





