Ruang Kelas SDN Batununggul Roboh, Disdik Sukabumi Pastikan Masuk Prioritas Revitalisasi 2026

0
7

berantasonline.com (Sukabumi)

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memastikan perbaikan bangunan di SDN Batununggul, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan setelah insiden robohnya satu ruang kelas di sekolah tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah telah mengajukan perbaikan untuk tiga ruang kelas yang kondisinya mengalami kerusakan. Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, baru dua ruang yang dapat diperbaiki melalui alokasi APBD.

“SDN Batununggul memang sudah masuk program prioritas kami. Dari tiga ruang yang diusulkan, dua ruang sudah mendapat penanganan. Sementara satu ruang lainnya belum sempat direalisasikan karena keterbatasan anggaran,” ujar Deden, Senin (06/04/2026).

Menurutnya, ruang kelas yang ambruk tersebut sebenarnya telah masuk dalam rencana revitalisasi tahun ini melalui program percepatan perbaikan sarana pendidikan. Namun, proses pembangunan dilakukan secara bertahap sehingga satu bangunan yang tersisa lebih dulu mengalami kerusakan parah hingga akhirnya roboh.

“Bangunannya berjajar tiga ruang. Dua sudah diintervensi, sedangkan satu lagi belum sempat ditangani dan keburu runtuh. Tapi yang jelas tidak kami abaikan, karena memang sudah menjadi prioritas untuk dituntaskan,” jelasnya.

Disdik Kabupaten Sukabumi juga terus mendorong pelaksanaan program revitalisasi sekolah agar segera berjalan, terutama untuk bangunan-bangunan yang dinilai rawan dan membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sukabumi, pihak Disdik mengimbau seluruh kepala sekolah agar lebih aktif melakukan pengecekan kondisi bangunan sekolah.

“Cuaca sekarang cukup ekstrem. Kepala sekolah harus lebih waspada dan rutin memantau kondisi bangunan. Jika ada ruang kelas yang dinilai membahayakan, sebaiknya jangan dipakai dulu untuk kegiatan belajar mengajar demi keamanan siswa dan guru,” tegasnya.

(Alex)