Dinas PU Sukabumi Mulai Tangani Jalan Rusak, Fokus pada Ruas Prioritas dan Jalur Ekonomi

0
14

berantasonline.com (Sukabumi)

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai merealisasikan program perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah pada tahun anggaran 2026. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), penanganan fisik terhadap ruas-ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan kini telah berjalan sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengatakan pekerjaan perbaikan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten telah mulai dilaksanakan meskipun sebelumnya sempat menghadapi berbagai kendala teknis.

Pernyataan tersebut disampaikan Uus saat mendampingi Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam kegiatan Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60 yang berlangsung di Kecamatan Ciracap, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, salah satu hambatan yang sempat memengaruhi pelaksanaan proyek infrastruktur pada awal tahun ini adalah kenaikan harga sejumlah material konstruksi, khususnya aspal. Kondisi tersebut menyebabkan proses persiapan pekerjaan memerlukan penyesuaian sebelum akhirnya dapat berjalan sesuai rencana.

“Penanganan jalan kabupaten saat ini sudah mulai dilaksanakan. Sebelumnya memang ada kendala akibat kenaikan harga beberapa material, terutama aspal,” ujar Uus.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Dinas PU memastikan program perbaikan jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Penanganan difokuskan pada ruas-ruas yang memiliki tingkat kerusakan tinggi serta berperan penting dalam menunjang mobilitas warga dan distribusi barang.

Uus menjelaskan, pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan reguler yang telah masuk dalam perencanaan tahun 2026 dapat diselesaikan paling lambat pada September mendatang. Ruas jalan yang memiliki nilai strategis dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

“Target pekerjaan reguler tahun ini selesai pada September 2026, terutama untuk ruas-ruas jalan prioritas yang memiliki peranan penting bagi masyarakat,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa luasnya jaringan jalan yang membutuhkan penanganan tidak sebanding dengan kemampuan anggaran daerah yang tersedia saat ini. Keterbatasan fiskal membuat pemerintah daerah harus melakukan penanganan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.

Dari total kebutuhan perbaikan jalan yang ada di Kabupaten Sukabumi, kemampuan anggaran saat ini diperkirakan hanya mampu mengakomodasi sekitar 10 persen dari keseluruhan kerusakan yang membutuhkan penanganan.

“Kalau dibandingkan dengan total kebutuhan di lapangan, kemampuan kami saat ini memang masih terbatas. Sekitar 10 persen kerusakan jalan yang dapat ditangani melalui anggaran yang tersedia,” ungkapnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh dukungan pendanaan tambahan. Berbagai upaya telah ditempuh, termasuk menyampaikan usulan program pembangunan infrastruktur kepada kementerian terkait dan lembaga perencanaan nasional.

Uus mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Komisi V DPR RI guna memaparkan kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi yang membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah pusat.

“Kami sudah menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan kepada Bappenas dan Komisi V DPR RI. Dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan karena kemampuan APBD masih terbatas dibandingkan kebutuhan yang ada,” jelasnya.

Selain mengoptimalkan program reguler, Dinas PU juga berencana memanfaatkan alokasi dana pada Perubahan APBD Tahun 2026 untuk memperluas cakupan penanganan jalan. Program tersebut diperkirakan mulai dilaksanakan pada triwulan terakhir tahun ini, yakni antara Oktober hingga Desember 2026.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap kondisi infrastruktur jalan di berbagai wilayah dapat terus membaik secara bertahap. Perbaikan jalan diyakini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukabumi.

(Ris)