Dinas PU Sukabumi Pulihkan Saluran Irigasi Cipamatutan untuk Dukung Pertanian

0
18

berantasonline.com (Sukabumi)

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah III Cicurug mulai merealisasikan pembangunan kembali saluran Daerah Irigasi (DI) Cipamatutan di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Infrastruktur pengairan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir pada Agustus 2025 lalu.

Pembangunan dilakukan sebagai upaya memulihkan layanan irigasi bagi lahan pertanian yang selama hampir satu tahun terdampak akibat terputusnya saluran utama pengairan.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi setelah banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada 10 Agustus 2025. Bencana tersebut menyebabkan perubahan alur sungai yang menggerus tanggul penahan dan memutus saluran irigasi sepanjang kurang lebih 60 meter.

“Banjir yang terjadi saat itu mengakibatkan aliran sungai bergeser sehingga tanggul penahan tidak mampu menahan gerusan air. Dampaknya, saluran irigasi sepanjang sekitar 60 meter terputus dan tidak dapat lagi mengalirkan air ke area pertanian,” ujar Asep, Jumat (12/6/2026).

Untuk mengembalikan fungsi irigasi, Dinas PU Kabupaten Sukabumi melaksanakan pekerjaan rekonstruksi pada periode Mei hingga Juni 2026. Dalam proyek tersebut dibangun talang air baru dengan konstruksi yang lebih kokoh guna meningkatkan ketahanan terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.

Asep menjelaskan, struktur utama talang dibangun menggunakan pondasi dan tiang beton bertulang, sedangkan bagian saluran menggunakan material plat baja yang dinilai lebih kuat serta memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Selain pembangunan talang air, proyek tersebut juga dilengkapi sejumlah bangunan pendukung yang berfungsi mengoptimalkan sistem distribusi air irigasi. Fasilitas tersebut meliputi bangunan penguras, bangunan ukur, serta bangunan sadap yang akan membantu pengaturan dan pengendalian aliran air menuju lahan pertanian.

Menurut Asep, keberadaan Daerah Irigasi Cipamatutan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Oleh karena itu, pemulihan saluran yang rusak menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.

“Dengan selesainya pembangunan ini, kami berharap fungsi Daerah Irigasi Cipamatutan dapat kembali normal sehingga kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi dan kegiatan tanam padi bisa kembali berjalan optimal,” katanya.

Pekerjaan pembangunan irigasi tersebut merupakan bagian dari paket kegiatan PJIP-43 dengan nilai kontrak sebesar Rp1,33 miliar dan dikerjakan oleh CV Anggell Gemilang.

Sementara itu, apresiasi juga datang dari para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) DI Cipamatutan. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, DPRD Kabupaten Sukabumi, Dinas PU, serta Forkopimcam Parungkuda yang telah mendukung terealisasinya pembangunan kembali saluran irigasi tersebut.

Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur pertanian yang selama ini menjadi penopang utama produktivitas lahan dan kesejahteraan petani di wilayah Parungkuda dan sekitarnya.

Dengan berfungsinya kembali saluran irigasi tersebut, diharapkan distribusi air ke area persawahan dapat berjalan lancar sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

(Ris)