Jakarta, BERANTAS –
Sehari Setelah 17-an, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).
Aksi tersebut digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. BEM UI menyatakan aksi bukan sekadar momentum peringatan kemerdekaan, melainkan bentuk kritik mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, mengatakan mahasiswa turun ke jalan untuk mempertanyakan kembali makna kemerdekaan yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, persoalan yang disoroti tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga lapangan pekerjaan, keadilan, pendidikan, kesehatan, pengelolaan kekayaan negara hingga ruang kebebasan sipil.
“Kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?”, tegasnya.
Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan itu mencakup persoalan ekonomi, tata kelola pemerintahan, agraria, kebijakan nasional, otonomi daerah, penanganan bencana hingga kebebasan ruang sipil.
Delapan tuntutan tersebut yakni:
1. Menghentikan apa yang disebut BEM UI sebagai penjajahan negara terhadap rakyat sendiri.
2. Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).





