BERANTASONLINE.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dilaporkan telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan hebat pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa alam ini menimbulkan dampak yang signifikan dan mengkhawatirkan, terutama pada keselamatan jiwa masyarakat setempat.
Perkembangan terkini mengenai jumlah korban jiwa akibat gempa bumi tersebut terus dimutakhirkan oleh pihak berwenang. Data terbaru yang dirilis menunjukkan adanya peningkatan jumlah warga yang meninggal dunia akibat guncangan dahsyat tersebut.
Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Deputi Bidang Pencegahan telah memberikan pembaruan data mengenai korban jiwa. Informasi ini dirilis pada Minggu, 16 Agustus 2026, sore hari.
"Pembaruan data korban jiwa terkait gempa M7,7 di NTT terus kami lakukan," demikian disampaikan oleh pihak BNPB Deputi Bidang Pencegahan. Pernyataan ini menegaskan upaya intensif dalam mendata dan memberikan informasi terkini kepada publik.
Gempa bumi yang mengguncang NTT ini diketahui terjadi pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Waktu kejadian ini menjadi titik awal perhitungan dampak dan respons penanggulangan bencana yang dilakukan oleh berbagai pihak.
Peristiwa gempa bumi ini terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi ini menjadi pusat guncangan yang dirasakan begitu kuat oleh masyarakat dan menimbulkan kerusakan serta korban.
"Data yang kami terima menunjukkan adanya peningkatan jumlah warga yang meninggal dunia akibat guncangan dahsyat tersebut," terang pihak BNPB Deputi Bidang Pencegahan. Kutipan ini mengindikasikan situasi yang serius dan memerlukan perhatian lebih.
Sejauh ini, data yang telah dihimpun oleh BNPB menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut telah merenggut 53 nyawa. Angka ini merupakan jumlah korban jiwa yang terkonfirmasi meninggal dunia akibat peristiwa gempa.
Selain korban jiwa, gempa dahsyat ini juga dilaporkan menyebabkan ribuan warga mengalami luka-luka. Kondisi ini menunjukkan tingkat keparahan dampak gempa yang meluas dan memerlukan penanganan medis segera.

