Jakarta, BERANTAS –

Gerakan "Patungan untuk Hutan" menuai sambutan luar biasa dari masyarakat. Dalam hitungan hari, donasi yang terkumpul telah menembus angka Rp5 miliar dari target keseluruhan Rp50 miliar.

Penggalangan dana ini bertujuan untuk mendukung upaya perlindungan dan pemulihan hutan Indonesia yang terancam berbagai persoalan.

Respons publik yang masif ini menggarisbawahi kembali isu krusial perlindungan hutan, terutama di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penebangan liar, serta konversi kawasan hutan menjadi perkebunan dan pertambangan.

Dana yang terkumpul tidak hanya dialokasikan untuk kegiatan penghijauan. Program yang dirancang mencakup mitigasi kebakaran, penanganan kedaruratan, perlindungan kawasan, hingga restorasi ekosistem yang telah mengalami kerusakan.

Dengan target Rp 50 miliar, gerakan ini berencana memperkuat kelompok masyarakat yang berada di garis depan perlindungan hutan. Kebutuhan lapangan yang mendesak meliputi dukungan bagi tim pemadam swadaya, penyediaan perlengkapan penanganan kebakaran, pemulihan lahan terdegradasi, serta program penanaman kembali menggunakan bibit pohon lokal.

Secara rinci, penghimpunan Rp50 miliar diproyeksikan dapat mendukung perlindungan sekitar 10.000 hingga 25.000 hektare bentang hutan, restorasi kurang lebih 1.000 hektare lahan terdegradasi, serta penanaman sekitar 1,5 hingga 1,6 juta bibit pohon lokal.

Gerakan ini juga menempatkan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai aktor kunci dalam perlindungan hutan. Pengetahuan lokal dan keterikatan mereka yang mendalam dengan kawasan hutan dianggap vital dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Fenomena terkumpulnya miliaran rupiah dalam waktu singkat ini menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap persoalan hutan. Masyarakat tidak hanya menyuarakan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga aktif mengumpulkan sumber daya secara kolektif untuk mendukung penanganannya.