BERANTASONLINE.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan perubahan besar dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan pada tahun 2026.
Perubahan ini meliputi perpanjangan durasi ujian secara keseluruhan, dengan tujuan utama untuk mengoptimalkan pengalaman belajar dan mengurangi tekanan pada peserta.
Langkah strategis ini diambil untuk mencegah penumpukan beban kognitif yang berlebihan pada para siswa selama periode ujian. Dengan durasi yang lebih panjang, diharapkan peserta dapat mengerjakan soal dengan lebih tenang dan fokus.
Selain menambah jumlah hari pelaksanaan dari dua menjadi empat hari, Kemendikdasmen juga memperpanjang alokasi waktu pengerjaan untuk setiap mata pelajaran wajib.
Mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika kini akan memiliki waktu pengerjaan selama 75 menit, meningkat dari 60 menit sebelumnya.
"Kita tidak ingin semua peserta TKA menumpuk beban kognitifnya, kemudian lelah. Maka tahun ini, setiap peserta TKA akan menempuh TKA selama 4 hari," tutur Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rahmawati, dalam sebuah webinar.
Penyesuaian durasi ini diharapkan memberikan waktu yang lebih memadai bagi siswa untuk menyelesaikan setiap soal. Dengan tambahan 15 menit, peserta ujian Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri dari 30 soal akan memiliki rata-rata waktu sekitar 2,5 menit per soal.
"Untuk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, 30 soal ini dikerjakan dalam waktu 75 menit. Untuk matematika, 25 soal ini juga dikerjakan dengan waktu 75 menit," jelas Rahmawati, Minggu (6/9).Â
Sementara itu, untuk mata pelajaran Matematika yang memiliki 25 soal, siswa akan mendapatkan rata-rata waktu pengerjaan selama 3 menit per butir soal. Alokasi waktu ini dirancang untuk mengakomodasi tingkat kesulitan dan kebutuhan penalaran yang bervariasi dalam soal-soal matematika.







